Kumparan Logo

Harga Batu Bara & CPO Kompak Turun, Nikel dan Timah Naik

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi tambang batu bara. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tambang batu bara. Foto: Shutterstock

Harga sejumlah komoditas terpantau bergerak beragam pada penutupan perdagangan Senin (21/9). Harga batu bara dan crude palm oil (CPO) melemah, sementara harga nikel dan timah menguat. Di sisi lain, harga minyak mentah anjlok seiring meningkatnya ekspor minyak Arab Saudi dan harapan kemajuan diplomatik dalam perang Iran.

Harga batu bara melemah pada penutupan perdagangan Senin. Harga batu bara ICE Newcastle untuk kontrak Oktober 2026 berdasarkan situs Barchart turun 0,63 persen menjadi USD 142,35 per ton.

CPO

Harga minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) juga menurun pada perdagangan Senin. Berdasarkan situs tradingeconomics.com, harga CPO turun 0,84 persen menjadi MYR 4.857 per ton.

Nikel

Adapun harga nikel terpantau mengalami kenaikan pada penutupan perdagangan Senin. Berdasarkan London Metal Exchange (LME), harga nikel menguat 0,84 persen menjadi USD 16.318 per ton.

Timah

Ilustrasi timah. Foto: Dok. MIND ID

Sementara itu, harga timah juga terpantau mengalami kenaikan pada penutupan perdagangan Senin. Berdasarkan London Metal Exchange (LME), harga timah naik 0,45 persen dan menetap di USD 53.944 per ton.

Minyak

Ilustrasi Tambang Nikel Indonesia Foto: Masmikha/Shutterstock

Sementara itu, harga minyak mentah anjlok pada perdagangan Senin (21/9), karena tanda-tanda Arab Saudi meningkatkan ekspor melalui Selat Hormuz utama dan harapan baru untuk kemajuan diplomatik dalam perang Iran

Dikutip dari Bloomberg, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober ditutup turun 4,5 persen menjadi diperdagangkan pada USD 95,78 per barel di New York. Brent untuk penyelesaian November turun 3,4 persen untuk diperdagangkan pada USD 100,34 per barel.