Kumparan Logo

Harga Komoditas: Batu Bara, Nikel, hingga CPO Kompak Melemah

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi tambang batu bara Foto: Sigid Kurniawan/Antara
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tambang batu bara Foto: Sigid Kurniawan/Antara

Mayoritas harga komoditas terpantau melemah pada perdagangan Senin (14/9). Harga batu bara, timah, nikel, hingga crude palm oil (CPO) sama-sama bergerak turun di tengah tekanan pasar komoditas global.

Batu Bara

Harga batu bara terpantau turun pada perdagangan Senin (14/9). Dikutip dari laman resmi tradingeconomics, harga batu bara turun tipis 0,84 persen ke level USD 146.75 per ton.

Nikel

Harga nikel juga terpantau melemah. Berdasarkan laman London Metal Exchange (LME), harga nikel turun 1,18 persen menjadi USD 16.469 per ton.

Timah

Sementara itu, harga timah pada periode perdagangan yang sama, data dari tradingeconomics menunjukkan adanya penurunan 1,58 persen. Dengan begitu, kini harga timah ada pada level USD 54.344 per ton.

Sejumlah truk pengangkut Tanda Buah Segar (TBS) kelapa sawit mengantre untuk pembongkaran di salah satu pabrik minyak kelapa sawit milik PT.Karya Tanah Subur (KTS) Desa Padang Sikabu, Kaway XVI, Aceh Barat, Aceh, Selasa (17/5/2022). Foto: Syifa Yulinnas/ANTARA FOTO

CPO

Harga minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) juga terpantau melemah pada perdagangan Senin (14/9). Berdasarkan situs tradingeconomics, harga CPO turun 1,45 persen menjadi MYR 4.814 per ton.

Harga kontrak berjangka minyak sawit Malaysia (CPO) bergerak melemah, berada di bawah MYR 4.900 per ton, melanjutkan penurunan dalam beberapa waktu terakhir.

Pada Agustus, stok minyak sawit naik 7,48 persen dibandingkan bulan sebelumnya menjadi 2,82 juta ton, level tertinggi dalam delapan bulan terakhir. Sementara itu, ekspor turun 7,5 persen menjadi 1,29 juta ton.

Di sisi produksi, output minyak sawit meningkat 1,39 persen menjadi 1,82 juta ton. Kenaikan produksi di tengah penurunan ekspor tersebut menambah kekhawatiran terhadap melimpahnya pasokan di pasar.

Kinerja ekspor pada awal September juga masih lemah. Berdasarkan laporan perusahaan survei kargo, ekspor minyak sawit Malaysia dalam 10 hari pertama September turun sekitar 11,7–17,5 persen dibandingkan periode yang sama pada Agustus.

Namun, kenaikan harga minyak mentah membatasi pelemahan CPO. Harga Brent yang menembus USD 100 per barel di tengah ketegangan Timur Tengah meningkatkan daya tarik CPO sebagai bahan baku biodiesel. Cuaca kering dan rendahnya curah hujan di Indonesia dan Malaysia selama enam pekan terakhir juga turut menopang harga.

Dengan kondisi tersebut, harga CPO menuju penurunan mingguan ketiga berturut-turut, dengan pelemahan sekitar 0,9 persen.