Harga Minyak Mentah Turun 1% Usai Iran Serang Kapal-kapal di Selat Hormuz
·waktu baca 2 menit

Minyak mentah AS turun lebih dari 1 persen pada perdagangan Selasa (5/5). Pendorongnya adalah pasar yang mempertimbangkan dampak dari serangan Iran terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz. Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) West Texas Intermediate (WTI) tercatat berada di level USD 104,88 per barel, turun USD 1,54 atau sekitar 1,5 persen pada pukul 22.36 GMT Senin (4/5). Sebuah perusahaan pengangkut kendaraan berbendera AS yang dioperasikan oleh unit Farrell Lines, Maersk (MAERSKb.CO) Alliance Fairfax, berhasil meninggalkan Teluk melalui Selat Hormuz dengan didampingi aset militer AS pada Senin (4/5). Kabar ini meredakan beberapa kekhawatiran akan gangguan pasokan jangka pendek. Komando Pusat AS (Centcom) memastikan pasukan secara aktif membantu upaya memulihkan pelayaran komersial melalui Selat Hormuz. Harga minyak sempat melonjak lebih dari 6 persen pada perdagangan Senin (4/5) setelah Presiden AS Donald Trump meluncurkan operasi baru yang bertujuan untuk membuka kembali Selat Hormuz untuk pelayaran. Upaya AS ini mendorong Iran untuk membalas demi upaya mempertahankan kendalinya atas jalur transit energi yang vital tersebut. Beberapa kapal komersial dilaporkan terkena serangan, sementara sebuah pelabuhan minyak UEA terbakar setelah serangan Iran. Upaya Trump untuk menggunakan Angkatan Laut AS guna membebaskan jalur pelayaran memicu eskalasi terbesar perang sejak gencatan senjata diumumkan empat minggu lalu.
