Kumparan Logo

Harga Minyak Meroket 9 Persen Usai Trump Blokade Kapal Iran di Selat Hormuz

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Selat Hormuz. Foto: artemegorovv/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Selat Hormuz. Foto: artemegorovv/Shutterstock

Harga minyak mentah melonjak tertinggi sejak April pada Senin (13/7), setelah Presiden AS Donald Trump akan mengenakan kembali blokade pada kapal-kapal Iran yang transit di Selat Hormuz dan menuntut pembayaran untuk semua kargo lain yang bergerak melalui jalur air.

Dikutip dari Bloomberg, minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus naik 9,4 persen menjadi USD 78,14 per barel. Brent untuk penyelesaian September naik 9,6 persen menjadi USD 83,30 per barel.

Batu Bara

Sedangkan harga batu bara cenderung stagnan pada penutupan perdagangan Senin. Harga batu bara ICE Newcastle untuk kontrak Juli 2026 berdasarkan situs Barchart turun 0,08 persen menjadi USD 128,70 per ton.

CPO

Ilustrasi kelapa sawit. Foto: diegodmartins/Getty Images

Harga minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) menguat pada perdagangan Senin. Berdasarkan situs tradingeconomics.com, harga CPO naik 0,44 persen menjadi MYR 4.533 per ton.

Nikel

Adapun harga nikel terpantau mengalami kenaikan pada penutupan perdagangan Senin. Berdasarkan London Metal Exchange (LME), harga nikel naik 0,15 persen menjadi USD 16.766 per ton.

Timah

Sementara itu, harga timah terpantau mengalami penurunan pada penutupan perdagangan Senin. Berdasarkan London Metal Exchange (LME), harga timah turun 0,99 persen dan menetap di USD 52.598 per ton.