Kumparan Logo

Hasil Tes Abu Vulkanik Bandara Soetta Negatif, Tapi Masih Belum Dibuka

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penumpang yang terdampak pembatalan penerbangan imbas abu vulkanik Gunung Anak Krakatau beristirahat di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Senin (7/9/2026). Foto: Ajeng Dinar Ulfiana/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Penumpang yang terdampak pembatalan penerbangan imbas abu vulkanik Gunung Anak Krakatau beristirahat di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Senin (7/9/2026). Foto: Ajeng Dinar Ulfiana/REUTERS

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwaghandi mengungkapkan alasan belum membuka operasional Bandara Soekarno-Hatta (CGK) atau Bandara Soetta meskipun hasil tes sudah negatif.

Dudy menjelaskan bahwa pemerintah sudah melaksanakan beberapa kali paper test untuk menguji paparan abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau, dan sudah ada 4 kali tes dengan hasil negatif.

"Kami terus melakukan pengujian atau pengetesan paper test, Bapak Presiden, untuk melihat sampai seberapa jauh abu vulkanik masih terdeteksi di permukaan. Dapat kami laporkan bahwa Bandara Soekarno-Hatta sudah kami lakukan sebanyak 4 kali pengetesan atau paper test, dan kami temukan hasilnya negatif," ungkapnya saat rapat dengan Presiden Prabowo Subianto, Senin (7/9).

Kendati demikian, Dudy menegaskan bahwa pemerintah belum memutuskan membuka operasional Bandara Soetta, serta bandara-bandara lainnya yang masih ditutup, karena masih memantau pergerakan arah mata angin dan aktivitas gunung itu sendiri.

"Kami tidak langsung serta-merta kami buka pada saat ini, Bapak Presiden, karena kami ingin memastikan betul, mengingat bahwa sebagaimana kemarin terjadi perubahan dari angin yang semula bergerak ke arah timur dari barat kemudian bergerak ke arah timur," jelas Dudy.

Berdasarkan laporan dari BMKG hingga pukul 12.30 WIB, Dudy mengatakan bahwa sebaran debu abu vulkanik Gunung Anak Krakatau pada ketinggian kaki bergerak ke arah barat daya dengan kecepatan 10 knots dengan intensitas tetap.

Hanya saja, lanjut dia, berdasarkan Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) di Darwin Australia, menyampaikan perkiraan bahwa sebaran abu vulkanik masih diproyeksikan terjadi sampai dengan pukul 23.10 UTC atau 06.10 WIB pada 8 September.

Sebelumnya, Bandara terbesar dan tersibuk di Indonesia, Bandara Soetta, kembali memperpanjang penghentian sementara operasional penerbangan hingga pukul 18.00 WIB, Senin (7/9).

instagram embed

Berdasarkan pembaruan informasi Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I Kelas Utama pada Senin (7/9) pukul 08.59 WIB, Bandara Soekarno-Hatta tercatat masih berstatus ditutup hingga pukul 18.00 WIB.

Untuk Bandara Soetta, penutupan tersebut tercantum dalam NOTAM A3373/26 yang merupakan pembaruan dari NOTAM A3368/26.

Selain Soetta, Bandara Radin Inten II dan M. Taufik Kiemas di Lampung, Halim Perdanakusuma di Jakarta, Husein Sastranegara di Bandung, Budiarto di Kabupaten Tangerang, Pondok Cabe di Tangerang Selatan, juga berhenti beroperasi sementara.