IHSG Berpeluang Terkoreksi, Investor Cermati Tekanan Jual Obligasi Global

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak sideways pada perdagangan Kamis (3/9). IHSG ditutup melemah 0,06 persen ke level 6.595,78 pada perdagangan Rabu (2/9).
Sideways merupakan kondisi saat harga saham cenderung mendatar atau stagnan di dalam rentang terbatas dan tidak menunjukkan arah tren yang jelas, baik naik (bullish) maupun turun (bearish).
Analis Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak dalam kisaran 6.550-6.650. Secara teknikal, IHSG masih bertahan di atas Moving Average (MA) 5 dan histogram MACD masih berada di area positif.
“Diperkirakan IHSG akan bergerak sideways pada kisaran 6,550-6,650. Namun jika breakdown dari level 6,550, diperkirakan akan uji level di 6,500,” tulis analis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Kamis (3/9).
Dari sisi fundamental, tekanan jual di pasar obligasi global menjadi sentimen negatif bagi pasar saham. Kondisi tersebut dipicu kekhawatiran investor terhadap tingginya inflasi, potensi kenaikan suku bunga, serta tingginya beban utang.
Kemudian konflik AS-Iran yang juga kembali memanas memicu kenaikan harga minyak. Kondisi ini semakin meningkatkan kekhawatiran akan inflasi.
“Investor global mengantisipasi kenaikan suku bunga the Fed, Bank of Japan dan European Central Bank pada bulan ini. Investor global di bursa saham memasuki mode risk-off, di mana investor akan cenderung mengalihkan asetnya ke alternatif investasi yang dianggap lebih rendah risikonya,” tambah riset tersebut.
Sementara itu, rupiah di pasar spot ditutup melemah 0,11 persen ke level Rp 17.763 per dolar AS pada perdagangan Rabu (2/9). Pelemahan rupiah terjadi seiring dengan melemahnya mayoritas mata uang Asia.
Analis MNC Sekuritas melihat IHSG terkoreksi 0,06 persen ke level 6.595 pada perdagangan Rabu (2/9) dan disertai dengan munculnya tekanan jual.
“Kami memperkirakan, posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave v dari wave (c), sehingga terdapat peluang lanjutan penguatan untuk menguji 6,635-6,666 sekaligus menguji area gap yang terbentuk beberapa waktu lalu,” tulis analis MNC Sekuritas dalam risetnya, Kamis (3/9).
MNC Sekuritas merekomendasikan saham ARCI, BBRI, BRMS, dan BRPT untuk diperhatikan sepanjang perdagangan Kamis (3/9).
-
Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.
