Kumparan Logo

IHSG Berpeluang Uji 6.577, Pasar Nantikan Hasil Rapat The Fed dan BI

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (30/1/2026). Foto: Sulthony Hasanuddin/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (30/1/2026). Foto: Sulthony Hasanuddin/ANTARA FOTO

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih memiliki ruang penguatan pada perdagangan Rabu (17/6) setelah berhasil mencatat kenaikan signifikan dan kembali bergerak di atas rata-rata pergerakan 20 hari (MA20). Meski demikian, investor tetap diminta mewaspadai potensi koreksi jangka pendek di tengah sejumlah sentimen global dan domestik yang masih membayangi pasar.

Analis Teknikal MNC Sekuritas menilai IHSG saat ini tengah berada dalam fase penguatan lanjutan. Setelah menguat 4,12 persen ke level 6.254 dengan didukung peningkatan volume beli, indeks diperkirakan masih bergerak dalam bagian dari wave [iv] dari wave 3.

“IHSG menguat sebesar 4,12 persen ke 6,254 dan disertai dengan adanya peningkatan volume pembelian, penguatannya pun mampu berada di atas MA20 dan telah mencapai dari target penguatan yang kami sampaikan,” tulis MNC Sekuritas dalam risetnya, Rabu (17/6).

MNC Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi menguji area 6.476 hingga 6.577 dalam jangka pendek. Namun, pelaku pasar tetap perlu mencermati kemungkinan koreksi menuju area 6.136-6.216 sebelum melanjutkan penguatan.

Pandangan senada disampaikan Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta. Secara teknikal, ia melihat tren penguatan IHSG masih berlanjut setelah terbentuk pola upward bar yang didukung indikator teknikal dan peningkatan volume transaksi.

“Secara teknikal, pergerakan IHSG diperkirakan masih dapat menguat setelah kembali membentuk pola upward bar. Di sisi lain, indikator Stochastics K_D dan RSI menunjukkan sinyal positif, didukung kenaikan volume,” ujar Nafan dalam riset hariannya.

Warga memantau pergerakan saham melalui gawainya di depan layar yang menampilkan pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (10/4/2025). Foto: Bay Ismoyo/AFP

Nafan memproyeksikan support IHSG berada di level 6.178 dan 6.058, sementara resistance berada pada level 6.287 dan 6.516.

Dari sisi sentimen global, pelaku pasar masih menunggu perkembangan lebih lanjut terkait kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang berpotensi membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Menurut Nafan, normalisasi jalur perdagangan tersebut telah mendorong penurunan harga minyak mentah dunia ke bawah USD 80 per barel sehingga membantu meredakan kekhawatiran inflasi global.

Selain itu, perhatian investor juga tertuju pada hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) Amerika Serikat dan proyeksi ekonomi terbaru dari bank sentral AS. Berdasarkan konsensus pasar, suku bunga acuan The Fed diperkirakan tetap berada di level 3,75 persen.

Di dalam negeri, pasar juga menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18 Juni 2026. Konsensus memperkirakan BI Rate akan naik 25 basis poin menjadi 5,75 persen.

Tak hanya itu, investor mulai mengantisipasi agenda peninjauan ulang klasifikasi pasar saham Indonesia oleh MSCI yang dijadwalkan berlangsung pada 23 Juni 2026. Hasil evaluasi tersebut dinilai berpotensi memengaruhi aliran dana asing ke pasar modal domestik.

Meski IHSG mulai menunjukkan pemulihan, arus modal asing masih mencatatkan tekanan. Data Mirae Asset menunjukkan investor asing membukukan jual bersih Rp 107,13 miliar pada perdagangan harian, sementara secara year to date net foreign sell mencapai Rp 78,30 triliun. Sepanjang tahun berjalan, IHSG masih terkoreksi 27,66 persen.

Rekomendasi Saham

Di tengah peluang penguatan IHSG, MNC Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang berpotensi menarik dicermati investor, yakni ADRO, BKSL, BUMI, dan OASA.

Sementara itu, Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan akumulasi pada saham-saham berfundamental kuat dan valuasi murah, dengan pilihan utama meliputi GGRM, TOTL, dan UNVR.

Mirae Asset juga menyarankan investor untuk fokus pada saham yang mulai menunjukkan indikasi pembalikan tren serta tetap menerapkan manajemen risiko secara disiplin di tengah volatilitas pasar yang masih tinggi.

**********

Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.