IHSG Diprediksi Melemah di Momen Mulai Diterapkannya Short Selling

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak melemah pada level 6.016-5.851 pada perdagangan Kamis (1/10). Pada Rabu (30/9), IHSG ditutup melemah 50,56 poin atau turun 0,83 persen ke level 6.071,14.
“Secara teknikal, adapun pergerakan IHSG akan memiliki ruang untuk recovery dari permulaan “wave (X)” mengingat indikator RSI sudah sangat jenuh jual atau extremely oversold. Berdasarkan indikator lainnya, Stochastics K_D menunjukkan sinyal negatif, sementara volume mengalami penurunan,” kata Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia M. Nafan Aji Gusta, dalam keterangannya, Kamis (1/10).
Menurut Nafan, sentimen market sedikit berbalik positif menyusul adanya laporan data inflasi PCE (Personal Consumption Expenditures) AS lebih rendah dari ekspektasi. PCE Agustus naik 0,3 persen secara bulanan dan 3,4 persen secara tahunan, di bawah konsensus kenaikan 0,4 persen, ditambah dengan pernyataan yang cenderung dovish dari pejabat Fed seperti John Williams, sehingga ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed pada 28 Oktober 2026 mendatang kembali menurun, dari sebelumnya sekitar 51 persen menjadi 37 persen menurut perkiraan pasar.
Kendati demikian, katanya, tekanan justru datang dari sisi yield obligasi jangka panjang yang tetap tinggi. US10Y menguat 0,57 persen di level 5,29 persen, sedangkan US30Y menguat 0,66 persen di level 5,631 persen dan berada di level tertinggi sejak 2002.
“Kondisi ini menjadi hambatan bagi ekuitas karena kenaikan yield meningkatkan discount rate terhadap valuasi saham sekaligus membuat instrumen fixed income relatif lebih menarik,” jelasnya.
Sentimen dari sisi domestik salah satunya mekanisme short selling mulai diterapkan di BEI pada 1 Oktober 2026. Nafan menilai ini berpotensi meningkatkan dinamika perdagangan dan volatilitas, terutama pada saham yang memenuhi kriteria transaksi short selling.
“Pada tahap awal, para pelaku pasar perlu melihat bagaimana mekanisme tersebut memengaruhi likuiditas dan pembentukan harga, sehingga efeknya terhadap IHSG lebih tepat dilihat sebagai faktor tambahan volatilitas, bukan secara otomatis sebagai katalis positif atau negatif,” ujar Nafan.
Saham-saham yang direkomendasikan Mirae Asset Sekuritas pada Kamis (1/10) di antaranya AKRA, INKP, dan JARR.
Sedangkan menurut MNC Sekuritas, IHSG pada Kamis (1/10) diproyeksi bervariasi. Bisa menguat pada kisaran 6.152-6.196 dan melemah pada rentang 6.050-6.079.
“Apabila masih mampu berada di atas 6.013, maka masih terdapat peluang IHSG menguat untuk menguji kembali area 6.152-6.196,” tulis MNC Sekuritas, dalam keterangannya, Kamis (1/10).
Saham-saham yang direkomendasikan MNC Sekuritas pada Kamis (1/10) meliputi AMRT, BBRI, BRMS, dan DSNG.
***
Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.
