Kumparan Logo

IHSG Diprediksi Melemah, Investor Cermati Pergerakan Rupiah dan Kondisi Domestik

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga melihat layar pergerakan saham di Jakarta, Kamis (24/2/2022). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Warga melihat layar pergerakan saham di Jakarta, Kamis (24/2/2022). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih bergerak dalam tekanan pada perdagangan Kamis (27/8). IHSG ditutup melemah 1,48 persen ke level 6.405,69 pada perdagangan Rabu (26/8).

Analis Phintraco Sekuritas melihat koreksi IHSG membawa indeks kembali menguji area support psikologis 6.400. Secara teknikal, histogram MACD masih bertahan di area positif, tetapi Stochastic RSI mulai turun dari area overbought.

“Dengan demikian, diperkirakan IHSG akan bergerak pada kisaran 6.350-6.450 pada perdagangan Kamis (27/8),” tulis analis Phintraco Sekuritas dalam risetnya pada Kamis (27/8).

Dari sisi fundamental, IHSG juga dipengaruhi oleh nilai tukar rupiah yang melemah 0,15 persen ke level Rp 17.731 per dolar AS. Pelemahan rupiah terjadi seiring meningkatnya kehati-hatian investor terhadap risiko atau kondisi domestik.

Analis Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham ASII, GJTL, INKP, MAPA, dan INDF untuk diperhatikan sepanjang perdagangan Kamis (27/8).

Sementara itu, analis MNC Sekuritas melihat IHSG melanjutkan koreksi sebesar 1,48 persen ke level 6.405 dan masih didominasi oleh tekanan jual yang membesar pada Rabu (26/8).

“Kami memperkirakan, posisi IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari wave iv dari wave (c), cermati area koreksi IHSG yang dapat kami perkirakan berada pada rentang 6.290-6.394,” tulis analis MNC Sekuritas dalam risetnya pada Kamis (27/8).

Area penguatan IHSG diperkirakan akan menguji level 6.666. MNC Sekuritas merekomendasikan saham ADRO, BUVA, DSNG, dan MAPA untuk diperhatikan sepanjang perdagangan Kamis (27/8).

***

Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.