Kumparan Logo

IHSG Diproyeksi Menguat ke 6.180, Efek Konflik di Timur Tengah Mulai Mereda

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung ambruk tajam pada awal perdagangan Senin (2/2). Pada 17 menit awal setelah pembukaan, IHSG sempat anjlok 5,03 persen atau 418,75 poin ke level 7.910,85. Foto: Argya D. Maheswara/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung ambruk tajam pada awal perdagangan Senin (2/2). Pada 17 menit awal setelah pembukaan, IHSG sempat anjlok 5,03 persen atau 418,75 poin ke level 7.910,85. Foto: Argya D. Maheswara/kumparan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak menguat pada level 6.180-6.267 pada pembukaan perdagangan Senin (12/10).

Sebelumnya, pada Jumat (9/10), IHSG ditutup naik 62,47 poin atau 1,04 persen ke level 6.093,759.

“Adapun sentimen bagi IHSG menyongsong perdagangan Senin, 12 Oktober 2026 berada dalam kategori cautiously optimistic, ditopang oleh beberapa indikator fundamental dalam negeri serta sentimen negatif dari global yang mulai mereda,” kata Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia M. Nafan Aji Gusta, dalam keterangannya, Senin (12/10).

Nafan menjelaskan, investor global menyoroti kekhawatiran geopolitik di kawasan Timur Tengah mulai mereda setelah muncul pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa AS tidak akan menyerang Iran sebelum pemilu paruh waktu mulai 3 November 2026.

Hal ini membuat harga minyak mentah Brent melandai 0,29 persen pada USD 104,42 per barel. Dengan demikian, penurunan harga energi berpotensi mengurangi tekanan inflasi dan memberikan ruang bagi The Fed untuk mempertahankan kebijakan moneter yang lebih akomodatif pada 28 Oktober 2026 mendatang, dengan probabilitas suku bunga tetap sebesar 82,3 persen.

video story embed

“Bagi pasar saham Indonesia, kondisi ini berpotensi memberikan sentimen eksternal yang relatif positif apabila harga minyak terus melandai dan saham global terus menguat,” ujar Nafan.

Bahkan, menurutnya rupiah yang cenderung stabil, terapresiasi 0,09 persen di level Rp 17.899 per dolar AS, bisa memberikan ruang stabilitas bagi sektor perbankan big caps dan industri berbasis impor.

“Rencana Danantara untuk memanfaatkan peluang investasi ketika market mengalami tekanan dapat menjadi sentimen psikologis positif. Danantara menyatakan terbuka untuk masuk ke pasar saham apabila valuasi dinilai menarik, dengan rencana tambahan investasi sekitar USD 1 miliar hingga akhir 2026, bergantung pada kondisi market,” lanjutnya.

Saham-saham yang dapat direkomendasikan Mirae Asset Sekuritas pada Senin (12/10) meliputi AMMN, BUMI, dan TPIA.

Menurut MNC Sekuritas, IHSG pada Senin (12/10) diproyeksi bervariasi. Bisa melemah pada rentang 5.850-5.911, dan menguat kisaran 6.227-6.231.

“IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari wave iv dari wave c, sehingga masih berpeluang menguat untuk menguji area gap di 6.227-6.231. Namun demikian, waspadai akan adanya potensi koreksi ke ke area 5.850-5.911 bila break 5.973,” tulis MNC Sekuritas, dalam keterangannya, Senin (12/10).

Saham-saham yang direkomendasikan MNC Sekuritas pada Senin (12/10) meliputi BRPT, BUMI, MDKA, dan ITMG.

Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.