Kumparan Logo

IHSG Diproyeksi Uji 6.290-6.370, Simak Saham yang Direkomendasikan

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pekerja memantau grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Treasury BTN, Jakarta, Senin (2/2/2026). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Pekerja memantau grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Treasury BTN, Jakarta, Senin (2/2/2026). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih bergerak volatil pada perdagangan Senin (21/9). IHSG berpeluang menguji area support 6.371-6.290 jika tekanan jual berlanjut.

Sebelumnya, pada perdagangan Jumat (18/9), IHSG terkoreksi 0,33 persen ke level 6.441 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. Dalam sepekan, IHSG terkoreksi 1,53 persen dengan tekanan jual masih mendominasi meski volume perdagangan mengecil.

“Secara teknikal, adapun pergerakan IHSG masih menunjukkan fase recovery sejak pola “wave [iv]” terbentuk. Sejatinya, struktur bullish masih berlaku,” kata Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia M. Nafan Aji Gusta, dalam keterangannya.

Nafan mengatakan, MA20 dan MA60 masih berada dalam kondisi positive crossover yang didukung kenaikan volume. Namun, indikator Stochastics K_D dan RSI masih menunjukkan sinyal negatif.

IHSG masih berpeluang melakukan technical rebound apabila mampu bertahan di area support 6.371-6.290. Sementara itu, resistance IHSG berada di level 6.566-6.636.

Meski demikian, ruang penguatan IHSG diperkirakan masih terbatas. Investor akan mencermati perkembangan kebijakan moneter global dan domestik, terutama setelah The Fed menaikkan suku bunga 25 basis poin menjadi 3,75 persen-4,00 persen.

Sentimen utama pasar juga berasal dari arah kebijakan The Fed, perkembangan yield US Treasury, serta pergerakan dolar AS. Sebanyak 16 dari 18 pejabat The Fed masih memproyeksikan setidaknya satu kali kenaikan suku bunga lagi pada 2026.

Dari dalam negeri, investor akan mencermati Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 22-23 September, terutama terkait respons BI terhadap tekanan rupiah dan kondisi likuiditas global.

Pergerakan rupiah, arus dana asing, harga minyak, serta perkembangan geopolitik juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Harga minyak di atas USD 100 per barel berpotensi meningkatkan kekhawatiran inflasi dan membatasi ruang pelonggaran moneter.

Selain itu, agenda rebalancing FTSE dan implementasi kembali transaksi short selling berpotensi meningkatkan volatilitas pada saham-saham tertentu.

Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan investor mencermati saham BREN, CPIN, dan MTEL pada perdagangan Senin (21/9).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung ambruk tajam pada awal perdagangan Senin (2/2). Pada 17 menit awal setelah pembukaan, IHSG sempat anjlok 5,03 persen atau 418,75 poin ke level 7.910,85. Foto: Argya D. Maheswara/kumparan

Sementara itu, MNC Sekuritas memperkirakan IHSG masih berada pada bagian wave iv dari wave (c). Dalam skenario terburuk, IHSG masih rawan menguji kembali level 6.290-6.370.

“Namun, selama IHSG masih mampu berada di atas 6,370 maka masih terdapat peluang IHSG menguat ke rentang 6,541-6,581,” tulis MNC Sekuritas dalam keterangannya.

MNC Sekuritas menetapkan level support IHSG di 6.279 dan 6.201. Sedangkan resistance berada di level 6.585 dan 6.633.

Adapun saham yang direkomendasikan MNC Sekuritas yakni BBCA dengan strategi Trading Buy pada area 6.100-6.275, BULL dengan strategi Buy on Weakness di 370-388, KLBF di 710-735, serta TLKM di 2.440-2.520.

Target harga BBCA berada di 6.475 dan 6.575, BULL di 412 dan 440, KLBF di 785 dan 810, serta TLKM di 2.620 dan 2.720.

****

Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.

instagram embed