Kumparan Logo

IHSG Merosot 3,09 Persen dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar di Rp 10.905 Triliun

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi saham turun. Foto: Golden Dayz/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi saham turun. Foto: Golden Dayz/Shutterstock

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan dari 21 hingga 25 September 2026. Pada periode itu, IHSG ditutup terkoreksi sebesar 3,09 persen dan ditutup pada level 6.241,892, dari posisi 6.441,159 pada pekan sebelumnya.

Sekretaris Perusahaan BEI, Elsierra Putri Yosita, mengungkapkan kapitalisasi pasar turut menurun 3,20 persen menjadi Rp 10.905 triliun dari Rp 11.266 triliun pada pekan lalu.

“Rata-rata volume transaksi harian BEI mengalami peningkatan sebesar 2,04 persen menjadi 29,20 miliar lembar saham dari 28,61 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya,” kata Elsierra melalui keterangannya, dikutip pada Sabtu (25/9).

Selain itu, rata-rata frekuensi transaksi harian mengalami perubahan sebesar 3,95 persen menjadi 1,82 juta kali transaksi, dari 1,89 juta kali transaksi pada pekan sebelumnya.

Kemudian, rata-rata nilai transaksi harian mengalami perubahan sebesar 21,32 persen menjadi Rp 11,98 triliun jika dibandingkan pekan sebelumnya dari Rp15,22 triliun.

“Adapun investor asing hari ini mencatatkan nilai jual bersih Rp 559,16 miliar dan sepanjang tahun 2026, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 77,52 triliun,” ujar Elsierra.

Pada Rabu (23/9), BEI memperkuat agenda reformasi pasar modal dengan menyelenggarakan International Capital Market Summit (ICMS) 2026 bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Forum ini mempertemukan regulator, perusahaan tercatat, Anggota Bursa, investor, serta pemangku kepentingan global untuk membahas berbagai agenda penguatan pasar modal, termasuk reformasi, tata kelola, free float, dan integritas pasar.

“Melalui ICMS 2026, BEI bersama OJK dan pemangku kepentingan pasar modal terus mendorong reformasi dan penerapan praktik terbaik internasional guna memperkuat integritas, kredibilitas, serta daya saing pasar modal Indonesia,” tutur Elsierra.