Kumparan Logo

IHSG Sepekan Naik 7,38%, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp 10.524 T

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pengunjung melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jakarta, Jumat (10/4/2026). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Pengunjung melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jakarta, Jumat (10/4/2026). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan dari 8-12 Juni 2026. Pada periode tersebut, IHSG ditutup naik 7,38 persen ke 6.007,656 dari 5.594,765 pada pekan lalu.

Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, melaporkan kapitalisasi pasar mengalami kenaikan 7,31 persen menjadi Rp 10.524 triliun dari sebelumnya Rp 9.807 triliun pada pekan lalu.

“Rata-rata frekuensi transaksi harian pekan ini juga mengalami kenaikan, yaitu sebesar 4,14 persen menjadi 2,51 juta kali transaksi dari 2,41 juta kali transaksi pada pekan lalu,” kata Kautsar melalui keterangannya, Sabtu (13/6).

Selain itu, rata-rata nilai transaksi harian turut naik 7,07 persen menjadi Rp 25,06 triliun dari Rp 26,97 triliun pada pekan sebelumnya. Sementara rata-rata volume transaksi harian mengalami kenaikan 7,46 persen menjadi 36,14 miliar lembar saham dibandingkan 33,63 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.

“Adapun investor asing hari ini mencatatkan nilai beli bersih Rp 286,84 miliar dan sepanjang tahun 2026, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 67,344 triliun,” ujar Kautsar.

BEI bersama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) kembali menyelenggarakan Public Expose Live 2026 secara virtual pada 9 hingga 11 Juni 2026 sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi dan kualitas keterbukaan informasi di pasar modal Indonesia. Kegiatan ini ditujukan untuk memperkuat perlindungan investor, mendukung implementasi reformasi pasar modal, serta mendorong kepatuhan perusahaan tercatat terhadap ketentuan pasar modal, termasuk pemenuhan porsi kepemilikan saham publik (free float).

“Sebagai langkah konkret untuk meningkatkan keterbukaan informasi dan mendukung pengambilan keputusan investasi yang lebih baik, BEI telah menghadirkan sejumlah halaman khusus pada situs web resmi BEI yang memungkinkan investor dan pemangku kepentingan mengakses informasi pasar secara lebih terstruktur, mudah, dan transparan,” tutur Kautsar.