Imbas Erupsi Anak Krakatau, 41 Penerbangan Pelita Air Terdampak

PT Pelita Air Service mengatakan penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta akibat sebarana abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak pada 41 penerbangan.
Direktur Utama Pelita Air, Faik Fahmi, mengatakan bahwa keselamatan penumpang dan awak pesawat tetap menjadi prioritas utama Pelita Air.
"Berdasarkan data sementara, terdapat 41 penerbangan Pelita Air yang terdampak pada 5–6 September 2026, dengan sekitar 5.337 penumpang," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Minggu (6/9).
Faik menyebutkan, seluruh penerbangan yang terdampak saat ini berupa pembatalan, sementara penjadwalan kembali dilakukan sesuai perkembangan kondisi bandara dan NOTAM yang berlaku.
Sementara rute yang terdampak terutama penerbangan domestik dari dan menuju Jakarta, serta satu rute internasional Jakarta–Singapura.
"Kami memahami ketidaknyamanan yang dialami penumpang. Pelita Air terus berkoordinasi dengan pihak bandara dan otoritas terkait serta berupaya memberikan informasi dan pelayanan terbaik kepada seluruh penumpang," tutur Faik.
Sebelumnya, PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports menyebutkan 3 bandara yang ditutup sementara (Aerodrome Closed) karena indikasi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, Minggu (6/9), berdampak pada 459 penerbangan.
Sesuai NOTAM terbaru dari AirNav Indonesia, status Aerodrome Closed di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) ditetapkan pada pukul 01.30 hingga 13.30 WIB, lalu Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta pada pukul 07.20 - 14.00 WIB, dan Bandara Radin Inten II Lampung pada pukul 07.00 - 14.00 WIB.
Berdasarkan data pada pukul 09.15 WIB, total penerbangan terdampak dari penutupan 3 bandara ini sebanyak 459 penerbangan terdampak, akumulasi dari pembatalan penerbangan, keterlambatan penerbangan, pengalihan pendaratan penerbangan ke bandara lain, dan sebagainya.
Rinciannya yakni Bandara Soetta mencapai 301 penerbangan, Bandara Radin Inten II Lampung 12 penerbangan terdampak yangt seluruhnya pembatalan penerbangan. Lalu Bandara Halim Perdanakusuma 23 penerbangan terdampak yang seluruhnya pembatalan penerbangan.
Sementara penerbangan di bandara lainnya mencapai total 277 penerbangan, dari pembatalan penerbangan, keterlambatan penerbangan, pengalihan pendaratan penerbangan ke bandara lain, dan sebagainya.
Menanggapi ketidaknyamanan calon penumpang akibat penyesuaian operasional tersebut, manajemen Pelita Air menyatakan komitmennya untuk memberikan kompensasi secara penuh. Pihak maskapai menyediakan opsi pengembalian dana (refund) secara utuh maupun penjadwalan ulang penerbangan (reschedule) tanpa dikenakan biaya tambahan bagi seluruh penumpang terdampak.
"Kami memahami bahwa pembatalan ini dapat memengaruhi rencana perjalanan para penumpang. Sebagai bentuk kepedulian, Pelita Air memberikan keleluasaan bagi penumpang yang terdampak untuk memilih pengembalian dana penuh atau perubahan jadwal penerbangan tanpa biaya tambahan," ujar Faik.
