Kumparan Logo

Imbas Gangguan Pasokan di Medan, Kementerian ESDM Kirim Tim Cek Distribusi BBM

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wamen ESDM Yuliot Tanjung di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Jumat (5/6/2026). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wamen ESDM Yuliot Tanjung di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Jumat (5/6/2026). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan

Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, merespons adanya masalah terkait ketersediaan BBM di beberapa daerah. Ada tim yang dikirim untuk pengecekan langsung ke lapangan, terdiri dari BPH Migas dan Pertamina.

“Jadi untuk ketersediaan BBM untuk seluruh wilayah, kita lakukan evaluasi. Jadi saya dari Kementerian ESDM sudah minta Kepala BPH Migas untuk melakukan pengecekan. bersama PT Pertamina, jadi apa permasalahan yang ada di lapangan,” kata Yuliot ditemui di Gedung Parlemen, Jakarta pada Kamis (16/7).

Terkait distribusi, Yuliot menjelaskan sejauh ini yang sudah diidentifikasi adalah ketersediaan BBM di terminal terpadu, pengiriman jug relatif lancar, tapi distribusi dari terminal terpadu ke SPBU-SPBU (atau) ada hambatan, kemungkinan karena masalah transportasi.

Sedangkan terkait stok ketersediaan BBM di berbagai daerah, Yuliot memastikan saat ini ada dalam kondisi aman. “Stok aman, lebih dari cukup. Hanya beberapa daerah (yang alami masalah pasokan),” kata Yuliot.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum (Dirjen Gakkum) Kementerian ESDM, Rilke Jeffri Huwae yang ditemui di tempat sama menjelaskan kendala ketersediaan ini memang disebabkan oleh faktor distribusi. Sementara itu, dari sisi stok BBM menurutnya ada dalam level aman.

Ia menyebut salah satu daerah yang mengalami persoalan distribusi tersebut adalah Sumatera. Untuk itu, nantinya akan ada diskusi terkait solusi dari persoalan tersebut.

“Jadi ini sekarang kan yang kita kaji pertama ini kan persoalan terkait dengan manajemen distribusi. Kalau stok cukup. Cuma manajemen pola distribusi itu yang perlu diatur. Karena seperti di Sumatera, itu jalur koordinasinya terlalu panjang. Nah ini kita sebentar lagi ke sana untuk diskusikan supaya jalur koordinasinya jangan terlalu panjang,” kata Jeffri.

Pertamina Patra Niaga Pastikan SPBU Penyaluran BBM di Medan Normal

Stok BBM di SPBU Medan sudah kembali normal usai ada gangguan, Rabu (15/7/2026). Foto: Pertamina Patra Niaga

Sebelumnya, persoalan ketersediaan salah saunya terjadi di Medan, Sumatera Utara. Meski demikian, PT Pertamina Patra Niaga memastikan layanan penyaluran BBM di seluruh SPBU wilayah Medan dan sekitarnya kini telah kembali beroperasi normal.

Terkait penyebab, VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora menjelaskan memang ada peningkatan kebutuhan BBM dalam beberapa hari terakhir terjadi seiring meningkatnya aktivitas masyarakat, termasuk dimulainya kembali kegiatan sekolah dan perkantoran yang mendorong kenaikan mobilitas. Untuk itu, respons di sisi distribusi dilakukan.

"Seiring meningkatnya aktivitas masyarakat, kebutuhan BBM di Medan juga mengalami kenaikan sekitar 5–10 persen dibandingkan rata-rata harian. Kami segera meningkatkan kapasitas distribusi melalui penambahan armada mobil tangki, penguatan personel distribusi, serta optimalisasi operasional sehingga layanan di SPBU kini telah kembali berjalan normal," ujar Kitty.

Saat ini, Pertamina Patra Niaga juga sudah menambah 10 unit mobil tangki operasional, 30 unit mobil tangki spot charter, serta memperkuat personel distribusi dengan tambahan 34 Awak Mobil Tangki (AMT) dari Fuel Terminal terdekat dan dukungan 16 personel dari Bekangdam. Di samping itu, operasional Fuel Terminal Medan dan sejumlah SPBU dioptimalkan selama 24 jam untuk mempercepat penyaluran BBM ke masyarakat.

“Upaya tersebut membuahkan hasil positif. Pada 14 Juli 2026, realisasi penyaluran 104 persen dari target harian, dengan pengoperasian 149 unit mobil tangki atau 115 persen,” ujarnya.

instagram embed