Jelang Pengumuman Rebalancing MSCI, OJK Antisipasi Dinamika Pasar Modal
·waktu baca 2 menit

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merespons pengumuman rebalancing indeks saham Indonesia oleh MSCI yang akan diumumkan besok, Senin (12/5). Ia membuka kemungkinan bahwa akan ada saham Indonesia yang keluar dari indeks MSCI.
Untuk itu, ia juga akan melakukan antisipasi terhadap dinamika pasar modal yang bisa terjadi akibat pengumuman tersebut.
“Jadi ya walaupun besok pengumumannya kita tunggu, kan mereka udah bilang freeze kan, jadi nggak ada yang baru yang masuk, tapi yang lama mungkin akan keluar,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari ditemui di BEI, Jakarta pada Senin (11/5).
“Tapi yang kita lihat, semoga ini bisa kita antisipasi (dinamika) dengan baik lah,” lanjutnya.
Ia menjelaskan bahwa potensi dinamika di pasar modal memang ada. Meski demikian, menurut sosok yang akrab disapa Kiki itu, dinamika hanya berlangsung untuk jangka waktu pendek.
Namun dengan dinamika jangka pendek tersebutlah, menurutnya pasar modal nantinya bisa bertumbuh.
“Karena kan saya sudah beberapa kali bilang, bahwa dengan perbaikan reformasi integritas yang kita lakukan, pasti ada dampaknya,” ujarnya.
“Dan kalaupun ada penyesuaian jangka pendek, kita melihat ini sebagai shorten pain lah, tapi Insyaallah long term gain. Jadi kalau kita melakukan perbaikan-perbaikan, tentu kan kalau badan rasanya mungkin agak enggak enak dikit, tapi ke depan semakin sehat pasar modal kita,” lanjutnya.
Selain itu Kiki juga merespons soal potensi pasar modal Indonesia dari emerging market ke frontier market yang akan diumumkan pada Juni nanti. Untuk itu, Kiki percaya pasar modal Indonesia tak akan turun kelas.
“Itu kan nanti bulan Juni. Moga-moga enggak ya. Karena kalau kita lihat, misalnya kita lihat secara granularitas data, keterbukaan informasi, kita mungkin salah satu yang terbaik lah untuk hal keterbukaan integritas yang kita sampaikan. Jadi semoga ini juga menjadi konsideran, supaya Indonesia tetap di emerging market,” kata Kiki.
