Jersey Palsu Marak Jelang Piala Dunia 2026, Sudah Senilai USD 2,5 Juta Diamankan
ยทwaktu baca 2 menit

Menjelang Piala Dunia 2026, jersey ilegal atau palsu bertebaran. Di Kanada, salah satu negara yang menjadi tuan rumah ajang sepak bola terbesar dunia itu ditemukan setidaknya 16.000 jersey palsu.
Kepolisian Toronto bertindak menyita jersey palsu dari sebuah gudang di Mississauga senilai USD 2,53 juta. Jersey palsu itu menggunakan berbagai merek besar yaitu Adidas, Nike, hingga Puma. Ada juga trofi piala dunia palsu yang dijual.
Toronto diperkirakan akan menerima lebih dari 300.000 pengunjung selama Piala Dunia dengan enam pertandingan yang akan dimainkan di kota tersebut, termasuk pembukaan Kanada melawan Bosnia dan Herzegovina pada 12 Juni.
Lebih dari Sekadar Trofi, Piala Dunia 2026 Berpotensi Gerakkan Ekonomi Rp 731 T
Piala Dunia bukan sekadar mencari negara dengan klub sepak bola terbaik dan euforia penonton di penjuru dunia. Tapi menjadi mesin ekonomi yang bernilai miliaran dolar.
Piala Dunia 2026 yang digelar pada 11 Juni di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko diperkirakan menambah produk domestik bruto (PDB) global hingga USD 40,9 miliar atau sekitar Rp 731,29 triliun (kurs Rp 17.880 per dolar AS). Hajatan olahraga sepak bola ini juga menciptakan sekitar 824.000 lapangan kerja penuh waktu di berbagai negara.
Proyeksi tersebut berasal dari studi dampak ekonomi dan sosial FIFA yang dikutip dari World Economic Forum (WEF), Sabtu (30/5), turnamen sepak bola terbesar di dunia itu juga diperkirakan menghasilkan output ekonomi sebesar USD 80,1 miliar, menarik sekitar 6,5 juta penonton secara langsung, memicu pengeluaran terkait acara sebesar USD 13,9 miliar, serta menambah penerimaan pemerintah hingga USD 9,4 miliar.
Piala Dunia 2026 yang digelar pada 11 Juni di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko diperkirakan menambah produk domestik bruto (PDB) global hingga USD 40,9 miliar atau sekitar Rp 731,29 triliun (kurs Rp 17.880 per dolar AS). Hajatan olahraga sepak bola ini juga menciptakan sekitar 824.000 lapangan kerja penuh waktu di berbagai negara.
Proyeksi tersebut berasal dari studi dampak ekonomi dan sosial FIFA yang dikutip dari World Economic Forum (WEF), Sabtu (30/5), turnamen sepak bola terbesar di dunia itu juga diperkirakan menghasilkan output ekonomi sebesar USD 80,1 miliar, menarik sekitar 6,5 juta penonton secara langsung, memicu pengeluaran terkait acara sebesar USD 13,9 miliar, serta menambah penerimaan pemerintah hingga USD 9,4 miliar.
