Kemendag Beri Pelatihan Perdagangan untuk 6 Negara Afrika, Gandeng JICA

Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan memberi pelatihan sektor perdagangan kepada sejumlah negara Afrika, khususnya kawasan Afrika bagian timur. Program ini menjadi bagian dari South-South Triangular Cooperation (SSTC) yang juga menggandeng Japan International Cooperation Agency (JICA).
Negara yang ikut dalam pelatihan tersebut adalah Rwanda, Mozambik, Tanzania, Sudan Selatan, Somalia, dan Ethiopia.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perdagangan (BPSDMP), Djatmiko Bris Witjaksono, menjelaskan pelatihan itu mencakup materi kebijakan perdagangan hingga investasi.
"Enam negara tersebut yang ikut di dalam program pelatihan ini, pelatihan di bidang kebijakan perdagangan dan investasi, khususnya dalam mempromosikan kerjasama, integrasi yang dilakukan oleh Indonesia dan juga di ASEAN," kata Bris dalam peluncuran SSTC on Trade and Promotion for African Countries di Jakarta, Senin (28/9).
Bris menjelaskan, para peserta akan membahas fasilitasi perdagangan, kelemahan ekspor, negosiasi perdagangan, promosi, pemberdayaan UMKM, hingga kerja sama luar negeri di bidang perdagangan. Pelatihan diberikan BPSDMP selama 10 hari.
Melalui program ini, Bris berharap hubungan dagang Indonesia dengan negara-negara tersebut kian erat, karena Afrika dinilai sebagai kawasan yang potensial untuk memperluas perdagangan.
"Karena Afrika merupakan kawasan yang sangat potensial, dengan potensi penduduknya yang sangat besar, dengan potensi perdagangan, investasi, dan sumber daya yang mereka miliki, perlu bagi Indonesia untuk membuat satu kerjasama yang strategis dan komprehensif dengan kawasan Afrika," ujarnya.
Selain memberi pelatihan, Bris menawarkan kepada keenam negara untuk mengirim mahasiswanya ke lembaga pendidikan milik Kemendag, yakni Akademi Metrologi dan Instrumentasi di Bandung, Jawa Barat.
"Ini adalah sekolah vokasi yang sudah cukup lama ada di Indonesia dan satu-satunya memberikan pendidikan vokasi di bidang kalibrasi, instrumentasi, pengukuran, dan sebagainya. Kami menawarkan kepada kawan-kawan dari negara sahabat Afrika, apabila ingin juga mengirim murid-muridnya atau mahasiswanya ke sini, kita terbuka untuk menjajaki hal tersebut," kata Bris.
Sebagai kerja sama tiga pihak, kata Bris, JICA berperan membiayai transportasi para peserta ke Indonesia.
Chief Representative JICA, Takeda Sachiko, menjelaskan hal itu merupakan bagian dari nota kesepahaman (MoC) antara JICA dan Kementerian Luar Negeri Indonesia.
"Kemitraan ini mencerminkan komitmen bersama untuk mendukung pencapaian Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030 dan Agenda 2063 Afrika melalui kerja sama triangular, dengan memanfaatkan kekuatan dan pengalaman Indonesia serta Jepang," ujarnya.
