Kementerian ESDM Lelang 13 Blok Migas Tahap I 2026, Ada Natuna D-Alpha
ยทwaktu baca 3 menit

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi membuka penawaran atau lelang blok migas tahap I tahun 2026. Sebanyak 13 blok migas ditawarkan kepada investor, termasuk Blok Natuna D-Alpha.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Laode Sulaeman mengatakan sektor energi menghadapi tantangan ganda yakni bagaimana memastikan pasokan energi yang cukup dan terjangkau, sekaligus mempercepat agenda transisi energi dan dekarbonisasi.
"Kementerian ESDM mengumumkan secara resmi putaran lelang minyak bumi Indonesia tahun 2026 yang pertama, dengan total 13 wilayah kerja yang ditawarkan," katanya saat IPA Convex ke-50, dikutip Kamis (21/5).
Selain itu, pemerintah juga mengizinkan kontraktor memilih antara skema cost recovery atau dan skema gross split. Nantinya juga ada berbaga insentif tambahan meliputi fasilitas perpajakan hingga kemudahan akses data dan menghapus persyaratan pelepasan wajib pada tahap awal.
"Perbaikan ini membuat lingkungan investasi kita lebih kompetitif, memastikan distribusi risiko dan imbalan yang adil antara pemerintah dan kontraktor," tuturnya.
Dari total 13 blok migas, terdapat dua blok migas yang ditawarkan melakui mekanisme penawaran langsung yakni Blok Natuna D-Alpha di lepas pantai (offshore) Natuna, dengan estimasi sumber daya sebesar 2.865 juta barel minyak (MMBO). Kemudian, Blok Sapukala di offshore Selat Makassar dengan estimasi sumber daya 2.309 miliar kaki kubik (BSCF).
Sementara sisanya adalah blok migas yang ditawarkan dengan skema lelang reguler, yakni Blok Rupat di Offshore & Onshore Riau dan Offshore Sumatra Utara dengan estimasi sumber daya 1.110 MMBO.
Lalu, Blok Puri di onshore Provinsi Riau dengan estimasi sumber daya 1.110 MMBO. Blok Pesut Mahakam di Onshore Kalimantan Timur dengan estimasi sumber daya 1.336 MMBO. Blok Bengara II di Onshore & Offshore Kalimantan Utara dengan estimasi sumber daya 1.057 MMBO.
Kemudian, Blok Maratua II di Onshore & Offshore Kalimantan Utara dengan estimasi sumber daya 3.279 MMBO. Blok Namori di Offshore Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan estimasi sumber daya raksasa sebesar 17.475 MMBO minyak atau 38,5 TCF gas, dan Blok South Tanimbar di Offshore Laut Arafura, memiliki estimasi sumber daya 5,6 TCF gas.
Selanjutnya, Blok Cerera di Offshore Papua dengan estimasi sumber daya 1.487 MMBO dan 1,3 TCF gas. Blok Areca Bruni di Offshore & Onshore Papua Barat Daya, dengan estimasi sumber daya 2.985 MMBOE. Blok Rombebai di Offshore & Onshore Papua dengan estimasi sumber daya 14,75 TCF, dan Blok Jayapura di & Onshore Papua dengan estimasi sumber daya 19,4 TCF.
Bagi kontraktor yang berminat untuk berpartisipasi, jadwal lelang sudah dimulai per Rabu (20/5). Dokumen penawaran dapat diakses melalui portal resmi esdm.co.id, dengan batas waktu pengajuan mulai Mei 2026 hingga Juli 2026 untuk penawaran langsung dan lelang reguler.
"Kami dengan hangat mengundang peserta baru dan kontraktor yang sudah ada untuk bergabung. Potensi hulu Indonesia masih sangat besar," tegas Laode.
Pengumuman Pemenang Lelang
Pada kesempatan yang sama, Laode juga mengumumkan pemenang lelang 3 blok migas, yakni Blok Akimeugah II dimenangkan PT Dongfang Exploration Oil Indonesia, Blok Arwana III oleh PT Prime Natuna Eksploitasi dan Produksi, dan Blok Tuah Tanah oleh PT Guna Tesuma Internasional.
Laode mengatakan, pengumuman lelang ini menunjukkan bahwa minat investasi hulu di Indonesia tetap kuat di tengah ketidakpastian global.
"Para kontraktor pemenang telah berkomitmen memberikan bonus penandatanganan sebesar USD 900.000 dan menegaskan komitmen sebesar USD 3,5 juta untuk tiga tahun pertama," kata Laode.
