Kumparan Logo

Kementerian PU Ingin Genjot Pembangunan Tol Serang-Panimbang

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pekerja mengoperasikan ekskavator untuk mengeruk tanah di kawasan pembangunan Tol Serang-Panimbang seksi II, Cikulur, Lebak, Banten, Sabtu (6/9/2025). Foto: Muhammad Bagus Khoirunas/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Pekerja mengoperasikan ekskavator untuk mengeruk tanah di kawasan pembangunan Tol Serang-Panimbang seksi II, Cikulur, Lebak, Banten, Sabtu (6/9/2025). Foto: Muhammad Bagus Khoirunas/ANTARA FOTO

Kementerian Pekerjaan Umum (Kementerian PU) akan menyelesaikan pembangunan Tol Serang-Panimbang secara bertahap. Dengan tol tersebut nantinya Jakarta ke Tanjung Lesung bisa ditempuh hanya 2 sampai 3 jam atau lebih cepat dari waktu tempuh sebelumnya yang mencapai 4 sampai 5 jam.

Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan tol tersebut memang ditarget dapat mempercepat pengembangan kawasan ekonomi dan pariwisata di Provinsi Banten.

“Pembangunan jalan tol selalu memiliki arti strategis, tidak hanya bagi infrastruktur fisik, tetapi juga bagi penguatan fondasi ekonomi nasional,” kata Dody dalam keterangan tertulis dikutip pada Minggu (3/5).

Tol Serang-Panimbang merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) sepanjang 83,67 km. Pembangunannya dibagi menjadi tiga seksi. Seksi 1 Serang-Rangkasbitung sepanjang 26,45 km, Seksi 2 Rangkasbitung-Cileles sepanjang 24,17 km, dan Seksi 3 Cileles-Panimbang sepanjang 33 km.

Saat ini Seksi 1 Serang-Rangkasbitung telah beroperasi sejak 2021. Sementara pembangunan Seksi 2 Rangkasbitung-Cileles saat ini telah memasuki tahap akhir dengan progres konstruksi mencapai 98,64 persen dan progres pembebasan lahan sebesar 86,71 persen.

“Ruas ini ditargetkan selesai konstruksi pada kuartal II tahun 2026,” ujar Dody.

Sedangkan untuk Seksi 3 Cileles-Panimbang yang merupakan porsi pemerintah akan diselesaikan secara bertahap.

Menteri PU Dody Hanggodo saat meninjau perbaikan jalan di Parung, Jawa Barat pada Sabtu (28/2). Foto: Argya D. Maheswara/kumparan

Selain Tanjung Lesung, tol itu juga nantinya akan mendukung konektivitas menuju destinasi wisata pesisir selatan dan kawasan konservasi Taman Nasional Ujung Kulon. Dody yakin pembangunan tol itu juga menjadi salah satu upaya pemerataan pembangunan wilayah dan penguatan ekonomi daerah.

“Penyelesaian jalan tol ini diharapkan meningkatkan mobilitas masyarakat dan distribusi logistik, membuka peluang investasi baru, serta memperkuat pemerataan pembangunan di wilayah Banten,” kata Dody.

Secara teknis, tol tersebut dirancang dengan kecepatan rencana 100 km per jam, 4 lajur 2 arah, median 3,8 meter. Selain itu, tol itu dilengkapi beberapa simpang susun utama seperti Walantaka, Cikeusal, Tunjung Teja, Rangkasbitung, Cikulur, Cileles, Bojong, dan Panimbang.

video story embed