Kisah Matori Andalkan PLTS untuk Ekonomi Sirkular Sampah

Pemanfaatan energi surya kini bukan semata tentang mengganti sumber listrik dengan energi terbarukan. Melalui program Desa Energi Berdikari (DEB) Pertamina, kegiatan usaha masyarakat lokal dapat ditopang dengan biaya operasional yang minim, menciptakan roda ekonomi terus berputar.
Di Desa Balongan Indramayu, Jawa Barat, kisah kemandirian energi ini hadir melalui seorang Local Hero Pertamina bernama Matori. Ia menginisiasi program WIRALODRA (Wilayah Masyarakat Pengelola Daur Ulang Sampah), yang berfokus pada penguatan pengelolaan sampah melalui pengolahan sampah plastik menjadi plakat/papan dan sampah organik untuk budidaya maggot, kemudian maggot dimanfaatkan untuk pakan ayam petelur, di wilayah ring 1 Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Balongan.
Matori memanfaatkan PLTS bantuan Pertamina berkapasitas 6,6 kWp + 10 kWh. Energi surya tersebut mengoperasikan mesin cacah dan mesin pemanas plastik, gerinda dan bor saat membuat produk kreatif dari papan plastik, hingga mesin pembuat pakan.
"Sangat berguna sekali, kami di sini menggunakan satu alat press, alat pencacah juga, karena membutuhkan beban begitu besar sekitar 5.000-an watt. Sebelumnya kami biayanya luar biasa, setelah kami menggunakan panel sudah ini ya Alhamdulillah jadi kami agak menghemat pengeluaran, kondisinya bisa maksimal," ungkap Matori kepada kumparan.
Pertamina, kata Matori, mendukung seluruh sarana prasarana PLTS di kawasan tersebut. Hal ini berdampak pada munculnya potensi ekonomi baru bagi masyarakat yang sehari-hari bekerja serabutan, serta penghematan biaya. Biasanya, dia mengeluarkan hampir Rp 500 ribu s/d 1 juta per bulan untuk biaya listrik kegiatan pengolahan sampah plastik dan peternakannya.
"Berbagai kegiatan masyarakat contoh ada UMKM dan banyak sih untuk lingkungan dan segalanya itu semuanya didukung oleh Pertamina yang ada di sekitar Balongan ini. Ya kegiatannya fokus dan Alhamdulillah menghasilkan," ucapnya.
Matori mengakui sebelum hadirnya program DEB di desanya, dia bekerja serabutan, sama seperti beberapa pemuda dan pemudi lainnya. Berkat program tersebut, ia memiliki kegiatan yang menghasilkan pendapatan.
Strategi keterlibatan masyarakat sekitar melalui program TELUR BASAH (Telur Barter Sampah Plastik), sehingga masyarakat yang datang ke bank sampah WIRALODRA dapat menukar sampah plastik dengan telur. Plastik-plastik tersebut kemudian diolah menjadi furniture dan produk kreatif lainnya. Matori menyebutkan seluruh operasional didukung oleh energi dari PLTS. Untuk mengoperasikan PLTS tersebut, Matori mengikuti proses sertifikasi operator yang didukung oleh Pertamina.
“Saya pribadi begitu diikutsertakan untuk Sertifikasi Ketenagalistrikan PLTS ini, kemarin di Magelang. Dengan adanya PLTS kami full pakai menggunakan tenaga surya ini kami tidak keluar biaya untuk produksi menggunakan energinya,” tutur Matori.
Kisah Local Hero Pertamina itu memperlihatkan bahwa pembangunan PLTS bukanlah tujuan akhir, melainkan pintu masuk menuju transformasi desa. Energi menjadi fondasi yang memungkinkan masyarakat memperoleh akses terhadap lingkungan yang bersih, memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan nilai tambah produk lokal, hingga menciptakan sumber penghidupan baru.
VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan bahwa dalam program DEB, energi terbarukan bukan hanya soal keberlanjutan lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan kemandirian bagi masyarakat desa.
“Matori adalah salah satu bukti nyata bagaimana energi bersih dapat menjadi solusi bagi masyarakat. Melalui pemanfaatan PLTS, Matori dari Desa Balongan, Indramayu, berhasil mengembangkan pengolahan sampah beriringan dengan budidaya ayam petelur, yang turut mendukung program pengelolaan lingkungan dan ketahanan pangan di wilayahnya,” tutup Baron.
