Kuliah Sambil Kerja: Tantangan dan perjuangan mahasiswa di Tengah kesibukan

Seorang mahasiswa aktif dan membuat tugas disini
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari amanda salva tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menjadi mahasiswa biasanya identik dengan datang ke kampus, mengikuti kelas, mengerjakan tugas, lalu pulang. Tapi, tidak semua mahasiswa menjalani kehidupan kampus dengan pola yang sama. Ada yang setelah kelas selesai harus langsung berganti suasana menjadi seorang pekerja. Waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk beristirahat justru harus dibagi dengan pekerjaan. Dari situlah cerita kuliah sambil kerja dimulai.
Menjalani dua kegiatan sekaligus bukan sesuatu yang selalu mudah. Ada hari ketika tugas kuliah datang bersamaan dengan jadwal kerja. Ketika teman-teman mungkin sedang mengerjakan tugas di rumah, mahasiswa yang bekerja harus menyelesaikan pekerjaannya terlebih dahulu. Kadang tugas baru bisa dikerjakan ketika sudah malam, saat tubuh sebenarnya sudah merasa lelah. Mau tidak mau, waktu harus benar-benar diatur supaya keduanya tetap berjalan.
Hal yang paling terasa dari kuliah sambil kerja adalah soal waktu. Jadwal kuliah, pekerjaan, tugas, perjalanan, sampai waktu istirahat harus dipikirkan dengan baik. Kesalahan mengatur waktu sedikit saja bisa membuat salah satunya terbengkalai. Bukan hanya soal membagi jam, tetapi juga membagi tenaga dan fokus. Ada kalanya seseorang berada di tempat kerja tetapi pikirannya masih memikirkan tugas yang belum selesai
Meski melelahkan, bekerja sambil kuliah juga memberikan pengalaman yang tidak selalu didapatkan dari ruang kelas. Dunia kerja mengajarkan bagaimana menghadapi orang lain, bertanggung jawab terhadap pekerjaan, dan menyelesaikan masalah ketika keadaan tidak sesuai rencana. Hal-hal seperti itu secara tidak langsung juga membentuk cara seorang mahasiswa menghadapi kehidupan di luar kampus.
Alasan mahasiswa memilih bekerja juga berbeda-beda. Ada yang ingin membantu memenuhi kebutuhan sendiri, ingin meringankan beban keluarga, mencari pengalaman, atau sekadar ingin memiliki penghasilan sambil tetap melanjutkan pendidikan. Apa pun alasannya, keputusan untuk menjalani keduanya membutuhkan komitmen. Tidak cukup hanya dengan memiliki keinginan untuk bekerja atau kuliah, tetapi juga harus siap dengan konsekuensi dari pilihan tersebut.
Di sisi lain, kuliah sambil kerja juga membuat mahasiswa harus belajar mengenali batas dirinya sendiri. Ada saatnya seseorang harus mengatakan tidak pada ajakan nongkrong karena ada tugas atau jadwal kerja. Ada juga saat ketika waktu tidur harus dikorbankan untuk menyelesaikan sesuatu. Namun, bukan berarti kelelahan harus selalu dianggap sebagai bagian yang wajar. Istirahat tetap penting agar kuliah dan pekerjaan tidak menjadi beban yang semakin berat.
Pada akhirnya, kuliah sambil kerja bukan hanya tentang bagaimana mendapatkan nilai yang baik atau mendapatkan penghasilan. Ada proses belajar lain yang berlangsung di dalamnya, yaitu belajar bertanggung jawab, mengatur waktu, menentukan prioritas, dan bertahan ketika keadaan sedang tidak mudah. Di antara deadline tugas dan shift kerja, ada mahasiswa yang sedang berusaha membangun masa depannya sedikit demi sedikit.
Mungkin bagi sebagian orang, kuliah dan kerja terlihat seperti dua kesibukan yang terlalu berat untuk dijalani bersamaan. Tetapi bagi mahasiswa yang menjalaninya, setiap hari adalah latihan untuk menjadi lebih mandiri. Tidak selalu berjalan mulus, tidak selalu punya cukup tenaga, tetapi tetap dijalani karena ada sesuatu yang ingin dicapai. Dan terkadang, perjuangan terbesar seorang mahasiswa bukan terlihat dari seberapa tinggi nilainya, tetapi dari seberapa keras ia berusaha tetap melangkah meskipun waktunya terbagi ke banyak arah.
