Kumparan Logo

Kurang dari Setahun, Pengguna Tring! Pegadaian Tembus 6,5 Juta

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Media Launching Campaign Tenang Saja Pegadaian, Jumat (4/9/2026). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Media Launching Campaign Tenang Saja Pegadaian, Jumat (4/9/2026). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan

PT Pegadaian (Persero) mencatat jumlah pengguna aplikasi Tring! telah mencapai lebih dari 6,5 juta nasabah dalam waktu kurang dari setahun sejak diluncurkan. Pertumbuhan tersebut menjadi bagian dari upaya Pegadaian memperluas akses layanan finansial melalui platform digital.

Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk PT Pegadaian, Selfie Dewiyanti, mengatakan kehadiran Tring! merupakan salah satu cara perseroan memberikan kemudahan sekaligus rasa tenang bagi nasabah dalam memenuhi kebutuhan finansial.

“Kita sangat bangga karena dalam kurang lebih 1 tahun kita, atau kurang ya dari 1 tahun kita sudah punya hampir 7 juta nasabah,” kata Selfie dalam Media Launching Campaign Tenang Saja Pegadaian, Jumat (4/9).

Saat ini, jumlah nasabah Pegadaian secara keseluruhan telah mencapai lebih dari 36 juta orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 27 juta nasabah tercatat melakukan transaksi.

Selfie mengatakan kebutuhan nasabah semakin beragam, mulai dari pembiayaan, investasi, hingga kebutuhan jangka panjang. Kondisi tersebut mendorong Pegadaian menghadirkan layanan finansial yang dapat diakses melalui Tring!.

Melalui aplikasi tersebut, nasabah dapat mengakses berbagai layanan Pegadaian, termasuk tabungan emas dan cicil emas. Bahkan, nasabah dapat mulai menabung emas dengan nominal Rp 10 ribu.

“Jadi kalau di aplikasi Tring! itu adalah aplikasi finansial satu-satunya yang bisa melihat pergerakan harga emas. Kemudian dari semua kebutuhan, kemudahan ada di situ. Bahkan di Tring! saja bisa nabung mulai Rp 10 ribu,” ujarnya.

Selain tabungan emas, Tring! juga menyediakan layanan cicil emas yang dapat dimulai dari 1 gram. Selfie menjelaskan tabungan emas lebih ditujukan untuk nasabah yang ingin menabung emas secara fleksibel, sedangkan cicil emas merupakan produk untuk kebutuhan investasi jangka panjang.

Pegadaian juga melihat potensi pengguna dari kalangan generasi Z. Menurut Selfie, kebutuhan finansial kelompok tersebut tidak hanya berkaitan dengan konsumsi, tetapi juga mulai mengarah pada investasi dan perencanaan keuangan.

“Sedangkan tabungan emas adalah nabung emas yang memang ketika, terutama Gen Z ini memiliki budget misalnya, yaudah kopi Rp 50 ribu, tapi yaudahlah beli emas saja gitu kan, itu bisa lewat Tring!,” katanya.

Petugas menunjukan logam mulia emas di kantor Galeri 24 Pegadaian, Kamis (18/4/2024). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Campaign Tenang Saja Jadi Misi Pegadaian

Di sisi lain, Pegadaian menjadikan campaign Tenang Saja bukan sekadar kampanye pemasaran. Perseroan menempatkannya sebagai bagian dari misi untuk memberikan rasa tenang kepada nasabah dalam mengelola kebutuhan finansial.

Selfie mengatakan misi tersebut diwujudkan melalui berbagai layanan, termasuk aplikasi Tring! yang dirancang untuk memudahkan nasabah mengakses kebutuhan finansial dalam satu platform.

“Jadi sebenarnya campaign tenang saja ini kalau untuk pegadaian adalah sebuah misi. Jadi kita bicara tenang saja itu bukan hanya bicara campaign, tapi ini adalah gerakan, kemudian misi dari pegadaian untuk memberikan rasa tenang yang memang bisa dirasakan oleh nasabah kita, nasabah pegadaian,” tutur Selfie.

Menurut dia, Pegadaian juga menggandeng musisi dalam campaign tersebut karena musik dinilai menjadi salah satu media literasi yang mudah diterima masyarakat. Kolaborasi itu diharapkan dapat membuat pesan mengenai layanan Pegadaian dan Tring! lebih dekat dengan keseharian masyarakat.

Selfie menambahkan Pegadaian saat ini juga telah menjalin kerja sama dengan sejumlah bank besar. Kerja sama tersebut diharapkan semakin memperluas akses masyarakat terhadap layanan tabungan emas, gadai, hingga pembiayaan melalui ekosistem Pegadaian.

“Sehingga sebenarnya nasabah kita kalau kita bilang bukan hanya 6,5 juta, tapi lebih banyak lagi nasabah yang memang bisa merasakan kemudahan untuk menabung emas dan bahkan gadai di situ-situ juga mendapatkan pinjaman,” ujarnya.

Pegadaian sendiri telah beroperasi selama 125 tahun. Melalui Tring!, perseroan ingin mengintegrasikan berbagai kebutuhan finansial nasabah, mulai dari investasi hingga kebutuhan jangka panjang seperti pendidikan anak dan pembelian rumah.

Kinerja Pegadaian hingga Juni 2026

Ilustrasi Pegadaian. Foto: Shutter Stock

Pertumbuhan layanan digital tersebut sejalan dengan kinerja positif Pegadaian hingga semester I 2026. Per 30 Juni 2026, Pegadaian membukukan laba bersih sebesar Rp 6,59 triliun, tumbuh 84,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp3,58 triliun.

Total aset Pegadaian juga meningkat 53,9 persen secara tahunan menjadi Rp 186,33 triliun, dari Rp 121,1 triliun pada Juni 2025.

Pertumbuhan aset tersebut ditopang oleh Outstanding Loan (OSL) gross yang mencapai Rp 155,1 triliun, naik 52,7 persen dibandingkan Rp 101,5 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Di tengah ekspansi pembiayaan tersebut, kualitas pembiayaan Pegadaian juga tercatat membaik. Rasio Non-Performing Loan (NPL) turun dari 0,81 persen pada 30 Juni 2025 menjadi 0,71 persen pada 30 Juni 2026.