Kumparan Logo

Laba BNI Rp 10,8 Triliun pada Semester I 2026, 51% Target Pasar Sudah Tercapai

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi BNI. Foto: DODO HAWE/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi BNI. Foto: DODO HAWE/Shutterstock

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) membukukan laba bersih Rp 10,8 triliun pada semester I 2026. Capaian tersebut tumbuh 7 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena juga menjelaskan capaian telah mencapai 51 persen dari target konsensus pasar sehingga kinerja saham BBNI masih sesuai dengan ekspektasi pasar.

"Sentimen positif tersebut didukung oleh pencapaian lama bersih semester 1 sebesar Rp 10,8 triliun rupiah atau telah mencapai 51 persen dari target konsensus market. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja BNI masih sejalan dengan ekspektasi pasar,” kata Hussein dalam sesi Pubex secara daring, Rabu (9/9).

Di sisi lain, ia juga menjelaskan bahwa BNI juga terus meningkatkan imbal hasil bagi pemegang saham. Hal itu ditunjukkan lewat Dividend Payout Ratio yang meningkat secara bertahap dari 25 persen pada tahun 2022 menjadi 65 persen pada dua tahun terakhir.

Adapun untuk kinerja tahun buku 2025, BNI telah membagikan dividen sebesar 349,4 rupiah per lembar saham yang telah dibayarkan pada bulan April 2026.

“Ke depan, BNI akan terus menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dan seimbang di semua segmen permodalan yang kuat dan shareholder return yang optimal,” ujarnya.

Secara umum, Hussein juga menjelaskan bahwa permodalan dan likuiditas BNI yang kuat menjadi pondasi utama pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal atau CAR tercatat sebesar 18,1 persen pada Juni 2026 atau sekitar 360 basis point di atas ketentuan minimum regulator sebesar 14,5 persen.

“Hal ini memberikan buffer yang memadai untuk mendukung ekspansi bisnis ke depan sekaligus menjaga daya tahan di tengah kondisi makro yang dinamis,” kata Hussein.

Selain itu, posisi likuiditas juga tetap terjaga tercermin dari loan to deposit ratio sebesar 87,7 persen. Dengan pondasi tersebut, Hussein menjelaskan kredit dapat tumbuh 24 persen secara yoy sejalan dengan pertumbuhan dana pihak ketiga sebesar 22 persen yoy.

Lebih lanjut, pertumbuhan bisnis juga berjalan secara prudent dengan rasio non-performing loan yang stabil di level 1,9 persen pada Juni 2026.

“Kinerja yang solid dan permodalan yang kuat memungkinkan BNI untuk tetap memberikan return yang optimal bagi para pemegang saham tercermin dari dividend payout ratio yang dipertahankan relatif tinggi di level 65 persen,” ujarnya.