Konten Media Partner

Lewati Proses Panjang, Ma Isa Lombu Resmi Pimpin TDA Depok 9.0 Periode 2026–2029

TDAverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Lewati Proses Panjang, Ma Isa Lombu Resmi Pimpin TDA Depok 9.0 Periode 2026–2029
zoom-in-whitePerbesar

Depok - Estafet kepemimpinan Komunitas pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Depok resmi berganti. Ma Isa Lombu atau Akew ditetapkan sebagai Ketua TDA Depok 9.0 periode 2026–2029 setelah melewati rangkaian proses suksesi yang panjang, terbuka, dan berakhir melalui musyawarah mufakat.

Proses pemilihan diawali dengan penjaringan calon, penyampaian profil dan gagasan, polling aspirasi anggota, Kuliah WhatsApp (KulWA), presentasi di hadapan Badan Musyawarah (Bamus), sesi pendalaman, hingga pembahasan tertutup untuk menentukan ketua baru.

Sebanyak enam kader mengikuti proses pencalonan, yakni Ma Isa Lombu, Komala Dewi AD, Cahaya Febri Aziz, Tikak Sumajaya, Melani Kartikasari, dan Imam Prasetya Jumawan.

Masing-masing menawarkan gagasan berbeda untuk membawa TDA Depok berkembang, mulai dari peningkatan kualitas interaksi antaranggota, penguatan klub, pembangunan sistem berbasis data, pendidikan bisnis berjenjang, hingga perluasan kolaborasi strategis bagi pertumbuhan usaha anggota.

Ketua Bamus TDA Depok Wahyu Indra menjelaskan, Bamus bertugas menjaga keberlanjutan nilai dan arah strategis organisasi dalam menentukan pemimpin baru.

Forum tersebut terdiri atas Ketua Wilayah Jawa Barat 1 TDA 9.0, para Ketua TDA Depok periode 1.0 hingga 8.0, serta perwakilan founder dan senior TDA Depok.

Menurut Wahyu, sebelum bermusyawarah, seluruh anggota Bamus terlebih dahulu menghimpun berbagai data sebagai dasar pengambilan keputusan.

Ada tiga indikator yang digunakan, yakni pandangan setiap anggota Bamus setelah menyimak presentasi para calon, penilaian terhadap kepemimpinan dan karakter, visi dan gagasan, rekam jejak dan kontribusi, serta kesiapan dan komitmen. Indikator lainnya adalah hasil polling aspirasi anggota TDA Depok.

Ketiga indikator tersebut mengerucut pada tiga nama yang dinilai paling layak. Pembahasan kemudian berlanjut hingga tersisa dua kandidat terkuat.

“Musyawarah kemudian dilanjutkan secara lebih mendalam hingga tersisa dua calon yang dinilai paling siap memimpin TDA Depok selama tiga tahun ke depan,” jelas Wahyu.

Ia mengungkapkan, pembahasan di internal Bamus berlangsung cukup panjang karena setiap anggota memiliki pertimbangan dan tanggung jawab yang sama terhadap masa depan organisasi.

Bahkan, pada salah satu tahap, forum sempat menemui jalan buntu. Sekitar 80 persen anggota Bamus cenderung mendukung satu calon, sedangkan 20 persen lainnya masih memiliki pertimbangan kuat terhadap kandidat lain. Meski demikian, forum tetap menolak menggunakan mekanisme voting.

Sebagai bentuk komitmen menjaga budaya musyawarah mufakat di lingkungan TDA, sidang sempat dihentikan sementara agar seluruh peserta dapat menenangkan diri sebelum melanjutkan pembahasan.

“Menjelang pukul 17.30 WIB, setelah melalui dialog yang terbuka dan saling menghormati, seluruh anggota Bamus akhirnya mencapai kesepakatan secara mufakat. Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, Ma Isa Lombu ditetapkan sebagai Ketua TDA Depok 9.0 periode 2026–2029,” terangnya.

Wahyu juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh kandidat yang telah mengikuti proses suksesi. Menurutnya, keenam kader menunjukkan dedikasi, kesiapan, serta komitmen untuk melayani komunitas.

“Enam kader terbaik telah menunjukkan kecintaan dan kesiapannya untuk melayani komunitas ini. Proses ini membuktikan bahwa TDA Depok memiliki banyak kader yang mampu memimpin, berkolaborasi, dan membawa manfaat,” ungkap Wahyu.

Ia menegaskan, penetapan ketua baru bukan akhir dari proses organisasi, melainkan awal perjalanan berikutnya yang membutuhkan dukungan seluruh anggota.

“Estafet kepemimpinan telah selesai. Kini saatnya kita bersama-sama melanjutkan estafet kebermanfaatan,” lanjutnya.

Setelah suksesi rampung, Wahyu mengajak seluruh anggota kembali bersatu mendukung kepengurusan baru. Menurut dia, kemajuan organisasi tidak hanya ditentukan oleh ketua, tetapi juga keterlibatan pengurus, klub, mentor, pelaku usaha, mitra, dan seluruh anggota.

Ia berharap kepemimpinan TDA Depok 9.0 mampu melanjutkan program-program yang telah berjalan sekaligus menghadirkan pembaruan yang sesuai dengan kebutuhan bisnis anggota saat ini.

“Kemajuan organisasi juga membutuhkan keterlibatan pengurus, klub, mentor, pelaku usaha, mitra, serta seluruh anggota yang bersedia berkontribusi. Kepemimpinan TDA Depok 9.0 diharapkan mampu menjaga program-program baik yang telah dibangun pada periode sebelumnya, sekaligus menghadirkan penyegaran yang relevan dengan kebutuhan bisnis anggota hari ini,” bebernya.

Wahyu menutup pernyataannya dengan menyampaikan harapan agar kepemimpinan baru mampu memperkuat TDA Depok sebagai komunitas yang inklusif, saling terhubung, dan memberi dampak nyata bagi para pelaku usaha di Kota Depok.

“Selamat mengemban amanah, Bang Akew. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan, hikmah, keikhlasan, keberkahan, dan kemudahan dalam memimpin TDA Depok selama tiga tahun ke depan,” tutup Wahyu.

Sementara itu, Akew mengusung semangat Naik Kelas Bareng sebagai arah kepemimpinannya. Ia ingin menjadikan TDA Depok sebagai akselerator bisnis yang terstruktur, berbasis data, berdampak nyata, dan berkelanjutan.

Visi tersebut diwujudkan melalui pengembangan program sesuai level bisnis anggota, pembangunan komunitas berbasis data, revitalisasi klub dan engagement, penguatan kolaborasi strategis, serta pengembangan model pendanaan komunitas yang sehat dan berkelanjutan.

Akew juga menekankan pentingnya pemetaan kebutuhan anggota agar setiap member memperoleh pendampingan yang sesuai dengan tahap perkembangan usahanya.

“Pendekatan tersebut diharapkan dapat menjadikan TDA Depok lebih kuat secara fondasi, lebih nyata dalam dampak, serta mampu membantu member bertumbuh dengan arah yang lebih terukur,” pungkasnya.