Mendag Sebut Impor Nafta dari AS Sampai Bulan Ini
·waktu baca 2 menit

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyebut impor nafta dari Amerika Serikat (AS) dijadwalkan tiba di Indonesia pada pertengahan Mei 2026. Pasokan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keberlangsungan produksi industri dalam negeri.
Budi mengatakan sebelumnya proses pengadaan nafta dilakukan langsung oleh pelaku industri. Berdasarkan informasi yang diterimanya, pengiriman dari AS diperkirakan tiba bulan ini.
Meski begitu, Budi memastikan aktivitas produksi dalam negeri masih tetap berjalan di tengah proses impor bahan baku tersebut. Menurut dia, pemerintah juga tidak mempermasalahkan langkah impor selama dibutuhkan industri.
“Kemarin, kan, memang dari industrinya, pelaku industrinya, kan, pertengahan Mei nyampe, ya, nanti saya update lagi, ya. Tapi saya pikir produksi dalam negeri tetap berjalan dan impor juga tidak masalah. Tadi waktu itu katanya pertengahan Mei,” kata Budi di Jakarta Pusat, Rabu (13/5).
Saat ditanya asal impor nafta yang dijadwalkan tiba pertengahan Mei, Budi memastikan pasokan tersebut berasal dari Amerika Serikat.
“Dari Amerika. Dari Amerika,” ucapnya.
Selain AS, pemerintah sebelumnya juga menjajaki alternatif pasokan dari negara lain seperti India dan kawasan Afrika. Namun, untuk pengiriman yang dijadwalkan tiba pertengahan Mei, sumber pasokannya dipastikan berasal dari AS.
“Kemudian kemarin cari solusinya dari India sama Afrika, tapi yang pertengahan Mei itu, ya, dari Amerika,” tutur Budi.
