Kumparan Logo

Menkeu AS Puji Kebijakan 'America First' Trump: Bikin Ekonomi Bangkit

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pendiri Key Square Group, Scott Bessent, berbicara dalam sebuah acara kampanye untuk calon presiden dari Partai Republik dan mantan Presiden AS, Donald Trump, di Asheville, North Carolina, AS, 14 Agustus 2024. Foto: Jonathan Drake/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Pendiri Key Square Group, Scott Bessent, berbicara dalam sebuah acara kampanye untuk calon presiden dari Partai Republik dan mantan Presiden AS, Donald Trump, di Asheville, North Carolina, AS, 14 Agustus 2024. Foto: Jonathan Drake/REUTERS

Menteri Keuangan (Menkeu) AS Scott Bessent berpendapat kebijakan ekonomi Presiden AS Donald Trump membantu membalikkan kegagalan kebijakan selama beberapa dekade.

Dikutip dari Reuters, Bessent menilai sebelum ada kebijakan ekonomi Trump, rantai pasokan AS rentan dan ekonominya terlalu bergantung pada musuh, termasuk China.

Dalam pidato yang telah disiapkan untuk Jumat (29/5) waktu setempat, Bessent akan memaparkan pandangannya tentang keamanan ekonomi. Ia mengatakan AS telah lama ‘tertidur’, salah mengartikan kenyamanan dan konsumsi sebagai kekuatan dan kemakmuran, dengan terlalu fokus pada efisiensi dengan mengorbankan ketahanan.

"Di suatu tempat, kita kehilangan pandangan tentang prinsip dasar yang dipahami secara naluriah oleh generasi sebelumnya: keamanan ekonomi adalah keamanan nasional," kata Bessent dalam pidato yang akan disampaikan di Perpustakaan Kepresidenan Ronald Reagan di Simi Valley, California, dikutip Sabtu (30/5).

Bessent menambahkan, suatu negara yang tidak dapat memproduksi, menambang, mengirim, atau memurnikan kebutuhannya secara bertahap menyerahkan kekuatannya dan kedaulatannya kepada orang lain.

"Itu adalah ketergantungan yang berbahaya bagi negara mana pun. Itu adalah ketergantungan yang tidak dapat diterima bagi Amerika Serikat," tambah Bessent, yang sering menyebut dirinya sebagai sejarawan ekonomi.

Menurutnya, serangkaian kesalahan kebijakan bipartisan, termasuk mengizinkan China masuk ke World Trade Organizatiom (WTO) dan terlalu percaya pada sistem perdagangan berbasis aturan untuk mengawasi kebijakan ekonomi non-pasar, menyebabkan erosi basis industri AS dan ketergantungan pada pemasok asing.

Selain itu, dia menilai ketergantungan pada pesaing untuk bahan baku penting, pembiayaan negara-negara yang tidak memiliki kepentingan yang sama dengan AS, dan industri yang terkikis tidak sesuai dengan upaya mempertahankan tatanan internasional.

Presiden AS Donald Trump berbicara di samping Menteri Pertahanan Pete Hegseth saat menghadiri rapat kabinet di Ruang Kabinet, Gedung Putih, Washington, DC, AS, Rabu (27/5/2026). Foto: Evan Vucci/REUTERS

Pernyataan Bessent muncul dua minggu setelah pertemuan puncak Trump dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing, yang menegaskan kembali kebuntuan ekonomi dan strategis antara kedua negara adidaya dan menghasilkan kesepakatan untuk perdagangan dan investasi yang terkelola serta beberapa pembelian barang pertanian dan pesawat terbang AS.

Ia mengatakan agenda "America First" Trump, yang mencakup tindakan tarif yang berfokus pada keamanan nasional dan ekonomi, akan mulai memperbaiki kesalahan masa lalu, bersamaan dengan upaya pemerintah untuk membangun kembali kemampuan rantai pasokan AS untuk mineral dan farmasi penting.

Pidato yang telah disiapkannya tidak menjabarkan inisiatif baru apa pun atau membahas ancaman ekonomi yang ditimbulkan oleh perang di Iran dan penutupan Selat Hormuz. Tetapi ia mengatakan agenda Trump didasarkan pada prinsip bahwa keamanan ekonomi adalah keamanan nasional.

"Tetapi izinkan saya menjelaskan secara langsung apa yang tidak dimaksudkan oleh doktrin ini. Ini tidak berarti mundur dari dunia. Sebaliknya, ini berarti terlibat dengannya dengan syarat yang lebih kuat, lebih adil, dan lebih berkelanjutan," kata Bessent.

Bessent menegaskan AS tidak akan secara sembarangan memutuskan hubungan dengan mitra dagang, tetapi akan membedakan saling ketergantungan yang sehat dari ketergantungan yang berlebihan dan berbahaya.

Adapun AS menghadapi beberapa tantangan dalam mengurangi ketergantungannya pada China, mengingat dominasi Beijing dalam mineral penting, manufaktur elektronik, dan kebijakan industri yang menargetkan beberapa industri penting. Beijing juga telah memberlakukan peraturan baru yang dapat menghukum perusahaan yang mencoba mengalihkan rantai pasokan dari China.

Bessent mengatakan, mengurangi ketergantungan pada musuh bukan berarti menolak efisiensi.

"Itu berarti menolak untuk memuja efisiensi ketika efisiensi membuat negara kita rentan,” tandasnya.