Kumparan Logo

Mentan Siapkan Rp 40 M untuk Pembibitan Kopi Pascabencana di Aceh

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pekerja memilih dan memilah biji kopi arabika Gayo kualitas ekspor di Takengon, Aceh Tengah, Aceh. Foto: Irwansyah Putra/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Pekerja memilih dan memilah biji kopi arabika Gayo kualitas ekspor di Takengon, Aceh Tengah, Aceh. Foto: Irwansyah Putra/ANTARA FOTO

Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman, merespons adanya tanaman Kopi Arabika Gayo yang rusak di Aceh akibat bencana sehingga harganya naik. Kementan akan melakukan pembibitan tanaman kopi di Aceh sebagai langkah pascabencana.

Mentan Amran menyiapkan anggaran hingga Rp 40 miliar. Proses pembibitan ulang juga dilakukan dengan kerja sama bersama Universitas Syiah Kuala, Aceh.

“Aku sudah ketemu tadi rektor. Datang pagi-pagi dengan Pak Dijon. Kita akan kembangkan kerja sama dengan rektor Unsyiah. Bangun pembibitan. Bersama-sama bangun kembali,” kata Amran di kediamannya di Jakarta Selatan pada Rabu (6/5).

“Anggarannya kami siapkan tadi kurang lebih Rp 30-40 miliar,” lanjutnya.

video story embed

Pada akhir 2025, Amran juga sudah menemui Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, atau Mualem terkait pemulihan sektor pertanian pascabencana di sana. Dalam pertemuan itu, Amran memang mengatakan akan memperbaiki sawah sampai komoditas kopi di Aceh yang terdampak bencana.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur atas kedatangan dan kunjungannya. Insyaallah sektor pertanian di Aceh, mulai dari sawah yang rusak hingga komoditas kopi, akan kita perbaiki. Mulai Januari, kami akan turun langsung ke lapangan,” kata Amran.

Selain itu, Amran juga sudah sempat menyetujui tambahan bantuan beras sebanyak 10.000 ton ke Aceh pada Desember lalu. Adapun bantuan tambahan sebanyak 10.000 ton tersebut merupakan permohonan dari Mualem.