Kumparan Logo

Mentan Terima Laporan 30 Ribu Hektare Lahan Pertanian Terkena Dampak El Nino

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mentan Andi Amran Sulaiman di Kantor Kementan, Jakarta Selatan, Selasa (18/8/2026). Foto: Widya Islamiati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Mentan Andi Amran Sulaiman di Kantor Kementan, Jakarta Selatan, Selasa (18/8/2026). Foto: Widya Islamiati/kumparan

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, sudah menerima laporan mengenai dampak El Nino terhadap lahan pertanian. Saat ini, berdasarkan laporan terakhir ia menjelaskan jumlah lahan yang terdampak sudah mencapai 30 ribu hektare.

Meski demikian, Amran menjelaskan jumlah tersebut masih cukup kecil jika dibandingkan luas tanam secara nasional.

“Laporan terakhir kami terima, itu paling terakhir ya, itu 30 ribuan. Itu kecil, karena luas tanam kita 11 juta,” kata Amran di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan pada Kamis (27/8).

Untuk menghadapi El Nino, Amran juga menjelaskan pemerintah sudah melakukan berbagai langkah antisipasi. Hal itu berupa optimalisasi irigasi sampai sampai optimalisasi rawan. Hal itu membuat stok beras nasional saat ini masih aman.

“Ada irigasi, ada pompanisasi, ada embung, kemudian ada benih tahan kekeringan. Kemudian ada cetak sawah, optimalisasi rawah, nah itu bentuk antisipasi daripada kekeringan. Alhamdulillah hasilnya hari ini, stok kita masih ada 5 juta ton. Jadi aman kan,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo mengungkap kondisi ketahanan pangan Indonesia. Menurutnya kondisi pangan Indonesia dalam status aman di tengah kondisi global yang sedang sangat khawatir terhadap bencana kelaparan massal imbas cuaca ekstrem.

Prabowo pun optimistis Indonesia bisa menghadapi situasi iklim ekstrem El Nino.

“Soal pangan, soal makanan untuk rakyat Indonesia, kita berada dalam keadaan aman. Dan kita akan mampu menghadapi tantangan-tantangan, termasuk tantangan El Nino yang katanya tahun ini El Nino-nya akan berarti El Nino yang paling dahsyat,” kata Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta pada Jumat (14/8).

Di samping itu, Prabowo juga mengungkap capaiannya di sektor pangan. Prabowo menyatakan swasembada pangan di era kepemimpinannya bisa dicapai dalam waktu yang lebih cepat dari target.

Dalam rencana awal, Prabowo menarget swasembada pangan bisa tercapai dalam waktu 4 tahun. Namun pada praktiknya, hal itu bisa langsung dicapai dalam waktu 1 tahun.

“Karena kebijakan-kebijakan kita dan kerja keras kita swasembada pangan yang dahulu kita targetkan tercapai dalam 4 tahun ternyata berhasil kita capai dalam waktu 1 tahun,” ujarnya.