Kumparan Logo

Mentan Ungkap Strategi Hadapi El Nino, Pompanisasi hingga Benih Tahan Kekeringan

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mentan Amran saat sidak di Karawang, Senin (31/8/2026). Foto: Argya Maheswara/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Mentan Amran saat sidak di Karawang, Senin (31/8/2026). Foto: Argya Maheswara/kumparan

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, membeberkan sejumlah strategi yang disiapkan pemerintah untuk menghadapi dampak El Nino terhadap sektor pertanian.

Dia menyebutkan Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan langkah mitigasi dilakukan mulai dari pompanisasi, pembangunan irigasi, peningkatan produktivitas hingga penggunaan benih yang tahan kekeringan.

Menurut dia berbagai persiapan tersebut membuat pemerintah lebih siap menghadapi potensi dampak El Nino. Dia juga memperhitungkan produksi pangan hingga akhir tahun untuk memastikan kebutuhan tetap tercukupi.

“Nah sekarang El Nino dampaknya insyaallah kita memitigasi. Kita sudah persiapan jauh sebelumnya. Satu pompanisasi, dua irigasi, tiga kita tingkatkan produksi dua kali lipat nih (dengan PM AAS). Kemudian benih yang benih yang tahan kekeringan. Nah itu cara mentekel kan kita sudah punya pengalaman kan? Insyaallah aman,” kata Amran di lahan pertanian Desa Ciasem, Subang, Jawa Barat, Rabu (2/9).

Dia menyebut posisi produksi beras saat ini telah mencapai lebih dari 31 juta ton. Amran memperkirakan produksi masih dapat bertambah hingga akhir tahun seiring dengan masuknya produksi pada bulan-bulan berikutnya.

“Jadi dengan ini semua dengan hitungan tadi produksi sampai Oktober kan, November, Desember tinggal dua bulan kan bener nggak? Sekarang posisinya sudah 30 juta ton lebih sudah 31 (juta ton). Kalau bulan depan anggaplah jelek-jeleknya 1,5-1,5 (juta ton) kembali 34 (juta ton),” jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan data Kementerian Pertanian, luas lahan gagal panen atau puso pada 2026 tercatat sekitar 18 ribu hektare. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan luas lahan puso pada 2023 yang tercatat sekitar 25 ribu hektare.

Mengutip data Badan Standardisasi Instrumen Pertanian/Kementan berikut ringkasan dan karakteristik & keunggulan Varietas (Kementan):

Padi Gogo: Inbrida Padi Gogo

- Inpago 4

- Inpago 5

- Inpago 8

- Inpago 9

- Inpago 10

- Inpago 11 Agritan

- Inpago 12 Agritan

- Inpago 13 Agritan

- Situ Bagendit

- Situ Patenggang

Padi Sawah: Inbrida Padi Sawah Irigasi

- Inpari 32

- Inpari 38 Tadah Hujan Agritan

- Inpari 39 Tadah Hujan Agritan

- Inpari 40 Agritan

- Inpari 41 Tadah Hujan Agritan

- Inpari 42 Agritan GSR

- Inpari 43 Agritan GSR

- Inpari 46 GSR Tadah Hujan

- Cisaat

- Cakrabuana

- Varietas lokal sejenisnya.