April Rebound Terbantahkan Tahun Ini, IHSG Ditutup Anjlok 2,03% ke 6.956
·waktu baca 4 menit

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan sepanjang perdagangan Kamis (30/4) dan ditutup anjlok signifikan di zona merah. Berdasarkan data dari Stockbit, indeks ditutup anjlok 144,42 poin atau 2,03 persen ke level 6.956,80.
Nilai transaksi hari ini mencapai Rp 21,53 triliun dengan volume 47,74 miliar saham dan frekuensi 2,65 juta kali.
Turunnya IHSG itu seakan mematahkan mitos April Rebound atau fenomena yang selama ini dikenal sebagai pola musiman penguatan IHSG, seiring perubahan strategi dan aliran dana di pasar.
Penguatan ini ditopang oleh siklus likuiditas dan positioning investor. Di akhir Maret, banyak manajer investasi melakukan window dressing portofolio, sebelum kembali mengambil posisi baru saat memasuki April.
Selain itu, rebalancing oleh investor institusi global di awal kuartal II serta kembalinya arus dana ke pasar setelah tekanan jual pada Januari-Februari menjadi katalis yang mengangkat pergerakan IHSG.
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, mengatakan dalam rentang 25 tahun, bulan April memang cenderung memberikan kinerja positif bagi IHSG.
Kata Nafan, momentum ini biasanya muncul karena investor kembali masuk ke pasar setelah sebelumnya melakukan aksi jual pada awal tahun, terutama setelah adanya kepastian kinerja emiten dan pembagian dividen.
“Kalau secara 25 tahun terakhir itu kinerja April, di bulan April itu bullish. Jadi wajar saja kalau ada fenomena terkait dengan April rebound, itu bisa saya setuju,” kata Nafan kepada kumparan.
Namun, kondisi tahun ini menunjukkan dinamika yang berbeda. Salah satunya karena ada perang AS-Israel dengan Iran, yang bisa membuat penurunan sentimen positif sehingga memicu aksi ambil untung oleh investor.
Jika melihat data historis Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG pada bulan April lima tahun terakhir memang menunjukkan kecenderungan menguat meskipun tak selalu konsisten setiap tahun.
Setelah berada di level 4.716,40 pada April 2020, IHSG naik menjadi 5.995,62 pada April 2021, lalu melonjak di level 7.228,91 pada April 2022. Pada 2023 indeks turun berada di 6.915,716, meningkat lagi ke 7.234,197 pada April 2024, sebelum turun ke level 6.766,795 pada April 2025.
Berikut Rekap Penutupan IHSG Hari Ini:
Top Gainers
SDMU (Sidomulyo Selaras) naik 28 poin (28,57 persen) ke 126
HERO (DFI Retail Nusantara) naik 94 poin (24,74 persen) ke 474
ADHI (Adhi Karya (Persero)) naik 30 poin (16,48 persen) ke 212
INDS (Indospring) naik 60 poin (15,79 persen) ke 440
SONA (Sona Topas Tourism Industry) naik 350 poin (15,70 persen) ke 2.580
Top Losers
BOBA (Formosa Ingredient Factory) turun 48 poin (14,91 persen) ke 274
KONI (Perdana Bangun Pusaka) turun 430 poin (14,53 persen) ke 2.530
MAIN (Malindo Feedmill) turun 145 poin (14,50 persen) ke 855
LUCK (Sentral Mitra Informatika) turun 17 poin (13,18 persen) ke 112
BLUE (Berkah Prima Perkasa) turun 500 poin (12,95 persen) ke 3.360
Top Value
BBCA (Bank Central Asia) senilai Rp 1,78 triliun
BBRI (Bank Rakyat Indonesia (Persero)) senilai Rp 1,15 triliun
BUMI (Bumi Resources) senilai Rp 1,01 triliun
BMRI (Bank Mandiri (Persero)) senilai Rp 822,77 miliar
ANTM (Aneka Tambang) senilai Rp 786,16 miliar
Top Volume
GOTO (GoTo Gojek Tokopedia) sebanyak 91,99 juta lembar
BUMI (Bumi Resources) sebanyak 43,18 juta lembar
KOTA (DMS Propertindo) sebanyak 36,64 juta lembar
TOOL (Rohartindo Nusantara Luas) sebanyak 16,54 juta lembar
ESIP (Sinergi Inti Plastindo) sebanyak 14,65 juta lembar
Bursa Asia
Pergerakan bursa di kawasan Asia terpantau bervariasi. Berdasarkan data yang dihimpun dari Stockbit dan Yahoo Finance, berikut pergerakan indeks utama regional:
Indeks Nikkei 225 di Jepang turun 1,06 persen ke 59.284,92
Indeks Hang Seng di Hong Kong turun 1,29 persen ke 25.776,53
Indeks SSE Composite di China naik 0,11 persen ke 4.112,16
Indeks Straits Times di Singapura naik 0,82 persen ke 4.901,04.
Kurs Rupiah
Nilai tukar rupiah ditutup melemah 26 poin atau 0,15 persen ke level Rp 17.345 per dolar AS pada sore hari ini. Posisi ini lebih rendah dibandingkan level pembukaan pagi tadi di Rp 17.319 per dolar AS.
