Kumparan Logo

April Rebound Terbantahkan Tahun Ini, IHSG Ditutup Anjlok 2,03% ke 6.956

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pengunjung melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (24/4/2026). Foto: Putra M. Akbar/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Pengunjung melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (24/4/2026). Foto: Putra M. Akbar/ANTARA FOTO

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan sepanjang perdagangan Kamis (30/4) dan ditutup anjlok signifikan di zona merah. Berdasarkan data dari Stockbit, indeks ditutup anjlok 144,42 poin atau 2,03 persen ke level 6.956,80.

Nilai transaksi hari ini mencapai Rp 21,53 triliun dengan volume 47,74 miliar saham dan frekuensi 2,65 juta kali.

Turunnya IHSG itu seakan mematahkan mitos April Rebound atau fenomena yang selama ini dikenal sebagai pola musiman penguatan IHSG, seiring perubahan strategi dan aliran dana di pasar.

Penguatan ini ditopang oleh siklus likuiditas dan positioning investor. Di akhir Maret, banyak manajer investasi melakukan window dressing portofolio, sebelum kembali mengambil posisi baru saat memasuki April.

Selain itu, rebalancing oleh investor institusi global di awal kuartal II serta kembalinya arus dana ke pasar setelah tekanan jual pada Januari-Februari menjadi katalis yang mengangkat pergerakan IHSG.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, mengatakan dalam rentang 25 tahun, bulan April memang cenderung memberikan kinerja positif bagi IHSG.

Kata Nafan, momentum ini biasanya muncul karena investor kembali masuk ke pasar setelah sebelumnya melakukan aksi jual pada awal tahun, terutama setelah adanya kepastian kinerja emiten dan pembagian dividen.

“Kalau secara 25 tahun terakhir itu kinerja April, di bulan April itu bullish. Jadi wajar saja kalau ada fenomena terkait dengan April rebound, itu bisa saya setuju,” kata Nafan kepada kumparan.

Namun, kondisi tahun ini menunjukkan dinamika yang berbeda. Salah satunya karena ada perang AS-Israel dengan Iran, yang bisa membuat penurunan sentimen positif sehingga memicu aksi ambil untung oleh investor.

Jika melihat data historis Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG pada bulan April lima tahun terakhir memang menunjukkan kecenderungan menguat meskipun tak selalu konsisten setiap tahun.

Setelah berada di level 4.716,40 pada April 2020, IHSG naik menjadi 5.995,62 pada April 2021, lalu melonjak di level 7.228,91 pada April 2022. Pada 2023 indeks turun berada di 6.915,716, meningkat lagi ke 7.234,197 pada April 2024, sebelum turun ke level 6.766,795 pada April 2025.

embed from external kumparan

Berikut Rekap Penutupan IHSG Hari Ini:

Top Gainers

  • SDMU (Sidomulyo Selaras) naik 28 poin (28,57 persen) ke 126

  • HERO (DFI Retail Nusantara) naik 94 poin (24,74 persen) ke 474

  • ADHI (Adhi Karya (Persero)) naik 30 poin (16,48 persen) ke 212

  • INDS (Indospring) naik 60 poin (15,79 persen) ke 440

  • SONA (Sona Topas Tourism Industry) naik 350 poin (15,70 persen) ke 2.580

Top Losers

  • BOBA (Formosa Ingredient Factory) turun 48 poin (14,91 persen) ke 274

  • KONI (Perdana Bangun Pusaka) turun 430 poin (14,53 persen) ke 2.530

  • MAIN (Malindo Feedmill) turun 145 poin (14,50 persen) ke 855

  • LUCK (Sentral Mitra Informatika) turun 17 poin (13,18 persen) ke 112

  • BLUE (Berkah Prima Perkasa) turun 500 poin (12,95 persen) ke 3.360

Top Value

  • BBCA (Bank Central Asia) senilai Rp 1,78 triliun

  • BBRI (Bank Rakyat Indonesia (Persero)) senilai Rp 1,15 triliun

  • BUMI (Bumi Resources) senilai Rp 1,01 triliun

  • BMRI (Bank Mandiri (Persero)) senilai Rp 822,77 miliar

  • ANTM (Aneka Tambang) senilai Rp 786,16 miliar

Top Volume

  • GOTO (GoTo Gojek Tokopedia) sebanyak 91,99 juta lembar

  • BUMI (Bumi Resources) sebanyak 43,18 juta lembar

  • KOTA (DMS Propertindo) sebanyak 36,64 juta lembar

  • TOOL (Rohartindo Nusantara Luas) sebanyak 16,54 juta lembar

  • ESIP (Sinergi Inti Plastindo) sebanyak 14,65 juta lembar

Bursa Asia

Pergerakan bursa di kawasan Asia terpantau bervariasi. Berdasarkan data yang dihimpun dari Stockbit dan Yahoo Finance, berikut pergerakan indeks utama regional:

  • Indeks Nikkei 225 di Jepang turun 1,06 persen ke 59.284,92

  • Indeks Hang Seng di Hong Kong turun 1,29 persen ke 25.776,53

  • Indeks SSE Composite di China naik 0,11 persen ke 4.112,16

  • Indeks Straits Times di Singapura naik 0,82 persen ke 4.901,04.

Kurs Rupiah

Nilai tukar rupiah ditutup melemah 26 poin atau 0,15 persen ke level Rp 17.345 per dolar AS pada sore hari ini. Posisi ini lebih rendah dibandingkan level pembukaan pagi tadi di Rp 17.319 per dolar AS.