Kumparan Logo

Momen Langka Bos OpenAI-Anthropic Bakal Berdiri Satu Panggung di KTT G7

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Co-Founder & CEO OpenAI, Sam Altman di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Rabu (14/6/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Co-Founder & CEO OpenAI, Sam Altman di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Rabu (14/6/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Para eksekutif kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dari Anthropic PBC, OpenAI, dan Google milik Alphabet Inc. dijadwalkan menghadiri KTT Kelompok Tujuh (G7), pertemuan para pemimpin dunia yang akan dimulai pekan depan di Prancis.

Menurut daftar yang dirilis oleh kantor kepresidenan Prancis, Sam Altman dari OpenAI, Demis Hassabis dari Google, dan Dario Amodei dari Anthropic termasuk di antara para eksekutif yang akan menghadiri KTT G7. Perusahaan-perusahaan tersebut telah mengonfirmasi kehadiran mereka pada KTT G7.

Para pemimpin dunia disebut tertarik untuk memahami perkembangan teknologi terbaru, termasuk berbagai peluang dan potensi ancaman yang ditimbulkannya.

Juru bicara OpenAI mengatakan perusahaan berencana membahas isu-isu tersebut dalam forum G7 secara umum, namun menolak memberikan rincian lebih lanjut. Anthropic dan Google juga tidak menjelaskan agenda mereka selain mengonfirmasi para eksekutifnya akan hadir.

CEO Anthropic, Dario Amodei. Foto: Ludovic Marin/AFP

Pertemuan ketiga bos perusahaan AI terbesar di dunia di KTT G7 menjadi momen yang langka. Sebab, ketiganya merupakan pesaing ketat yang berkumpul untuk membahas tujuan bersama.

Awal tahun ini, Amodei dan Altman menolak bergandengan tangan di atas panggung dalam sebuah acara yang diselenggarakan oleh pemerintah India. Insiden tersebut menjadi perbincangan luas dan dianggap mencerminkan ketegangan hubungan antara kedua perusahaan.

Para pelopor AI saat ini juga menghadapi kekhawatiran yang lebih luas terkait pesatnya laju perkembangan teknologi tersebut serta potensi hilangnya lapangan pekerjaan.

OpenAI dan Anthropic juga berada di bawah tekanan tambahan untuk membuktikan kekuatan model bisnis mereka menjelang penawaran umum perdana saham (IPO) yang telah lama dinantikan.