OJK Buka Suara soal OCBC Akuisisi Bisnis Wealth HSBC Indonesia
·waktu baca 2 menit

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merespons rencana aksi korporasi PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC Indonesia) yang mengakuisisi lini bisnis wealth management milik PT Bank HSBC Indonesia (HSBC Indonesia).
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyatakan OJK telah mengetahui rencana tersebut dan akan mengawasi prosesnya secara ketat.
“OJK tentu telah mengetahui rencana akuisisi bisnis International Wealth and Premier Banking milik HSBC Indonesia oleh OCBC Indonesia sebagaimana disampaikan dalam rilis resmi perusahaan,” kata Dian Ediana kepada kumparan, Selasa (5/5).
Dian menilai aksi korporasi ini merupakan bagian dari tren penguatan layanan perbankan, khususnya di segmen nasabah kelas menengah atas.
“OJK memandang aksi korporasi tersebut sebagai bagian dari strategi penguatan layanan wealth management dan perbankan prioritas, serta dinamika konsolidasi di industri perbankan,” kata dia.
Kata dia, OJK bakal memastikan proses berjalan sesuai aturan yang berlaku, dengan tetap mengedepankan stabilitas sistem keuangan dan perlindungan nasabah.
“OJK akan mengawal proses ini sesuai ketentuan yang berlaku melalui mekanisme perizinan dan penilaian, dengan tetap menekankan prinsip kehati-hatian, perlindungan nasabah, dan stabilitas sistem keuangan,” tutur Dian.
Sebelumnya, PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC Indonesia) telah menandatangani perjanjian dengan PT Bank HSBC Indonesia (HSBC Indonesia) untuk mengakuisisi aset dan liabilitas dari retail banking dan wealth management-nya di Indonesia atau International Wealth and Premier Banking (IWPB Indonesia).
Berdasarkan keterangan tertulis dari OCBC Indonesia, IWPB dibangun berdasarkan proposisi layanan keuangan global premium yang melayani pelanggan ritel dan wealth, menawarkan produk dan layanan perbankan yang lengkap, serta wealth management yang disesuaikan dengan kebutuhan.
Portofolio ini mencakup simpanan nasabah, produk investasi, mencakup obligasi, reksa dana dan asuransi, kartu kredit, serta retail loans, yang akan memperdalam bisnis wealth management OCBC Indonesia, sekaligus mendukung strategi Next Frontier OCBC Group dalam mendorong Franchise Shift.
Tanpa memperhitungkan one-off transaction costs, transaksi ini diperkirakan akan memberikan dampak positif terhadap pendapatan bagi OCBC Indonesia setelah penyelesaian, yang diharapkan pada kuartal kedua 2027.
