Kumparan Logo

OJK Ungkap Potensi Perdagangan Karbon RI Bisa Tembus Rp 1,39 Triliun

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi di Gedung Dhanapala, Senin (23/12/2024). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi di Gedung Dhanapala, Senin (23/12/2024). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap potensi perdagangan karbon di Indonesia masih sangat besar, dengan nilai perdagangan unit karbon diperkirakan bisa mencapai Rp 1,39 triliun.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan saat ini terdapat 49 proyek baru yang tengah diproses dalam skema perdagangan karbon nasional.

“Nah kalau kita lihat data di Kementerian Lingkungan Hidup, saat ini kami mendapat informasi, ada 49 proyek proponen baru dalam pipeline skema, yang 49 ini diperkirakan mencapai 7,69 juta ton CO2 ekuivalen,” ujar Friderica saat Rapat Dengar Pendapat di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (21/5).

Selain proyek baru, ada pula 10 proyek yang sudah berjalan dan diproyeksikan bakal menambah pasokan unit karbon di pasar.

“Kemudian 49 proyek baru, ada 10 yang existing, yang diprosesikan juga bisa menambah supply unit karbon itu sebesar 2,15 juta ton CO2 ekuivalen,” katanya.

instagram embed

Menurut Friderica, tambahan pasokan dari proyek-proyek itu membuat potensi perdagangan karbon di Bursa Karbon Indonesia atau IDXCarbon semakin besar.

“Sehingga kalau kita lihat total proyeksi unit karbon tambahan, itu yang dapat diperdagangkan sebesar 9,5 ton CO2 ekuivalen, atau setidaknya senilai Rp 560,9 miliar sampai dengan Rp 1,39 triliun dengan harga unit karbon yang diperdagangkan di IDX Carbon saat ini,” ujarnya.

Sejak resmi diluncurkan pada 26 September 2023 hingga 30 April 2026, Bursa Karbon Indonesia (IDXCarbon) tercatat telah memiliki 155 pengguna jasa terdaftar dan 10 proyek SPE-GRK.

Secara agregat, volume transaksi perdagangan karbon di IDXCarbon mencapai 1,98 juta ton setara karbon dioksida (tCO2e) dengan total nilai transaksi sebesar Rp 93,75 miliar.