Pabrik Baterai EV CATL-IBC Beroperasi Penuh Oktober 2026, Ekspansi Tahun Depan

PT Indonesia Battery Corporation (IBC) menyatakan pabrik baterai kendaraan listrik (EV) terintegrasi yang bekerja sama dengan Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL) sudah beroperasi, dan mulai mencapai kapasitas penuh pada Oktober 2026.
CATL dan IBC membentuk perusahaan patungan atau join venture (JV) bernama Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB). Perusahaan membangun pabrik baterai EV di Karawang, Jawa Barat, yang dikenal sebagai Proyek Dragon, dengan investasi USD 1,1 miliar atau sekitar Rp 19,4 triliun.
Presiden Direktur IBC, Aditya Farhan Arif, mengatakan pabrik tersebut sudah rampung dan mulai beroperasi pada Juli 2026. Namun, operasional tersebut masih dilakukan bertahap.
"Kami punya share 50 persen bersama dengan CATL dan ini sudah beroperasi di bulan Juli kemarin. Kapasitasnya 6,9 GWh dan akan kami ekspansi hingga totalnya setidaknya 15 GWh ini masih dalam kajian," ujar Aditya saat konpers MediaMIND, di Jakarta, Senin (14/9).
Arif menjelaskan, baterai yang diproduksi sebagian untuk kendaraan listrik dan sebagian lagi untuk keperluan Battery Energy Storage System (BESS). Dalam menjalankan pabrik ini, terdapat 600 pegawai yang disekolahkan di China.
Pada fase pertama, kata Arif, terdapat 3 jalur produksi yang akan dioperasikan secara bertahap hingga Oktober, sambil menunggu diresmikan secara langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
"Operasinya memang bertahap. Total di fase satu ada tiga line, kita mulai dengan satu line dulu. Dan ini sambil menguji line-line sesudahnya. Jadi harapannya sih di Oktober ini itu sudah full operation di kapasitas tersebut," tutur Arif.
CATIB juga berencana mengekspansi kembali pabrik tersebut. Pada pembangunan fase kedua, kapasitas yang akan dibangun sebesar 8,1 GWh, sehingga total kapasitas pabrik mencapai 15 GWh.
"Ekspansi itu secara investasi baru nantinya diputuskan di tahun depan. Meskipun early work-nya sebetulnya segala persiapannya sudah mulai dari sekarang, tapi keputusan investasinya baru akan tahun depan," jelasnya.
Pada sisi midstream, IBC juga bekerja sama dengan anak perusahaan CATL membentuk pabrik material baterai NMC di Buli, Halmahera. Dengan investasi USD 600 juta atau sekitar Rp 10,6 triliun, pabrik ini berkapasitas 30.000 ton dan ditargetkan dapat beroperasi pada tahun 2028.
