Pengusaha Temui Luhut, Minta Relaksasi Pajak BBM sampai Ekspor
·waktu baca 2 menit

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie mengusulkan serangkaian relaksasi kebijakan kepada pemerintah untuk menjaga daya tahan dunia usaha di tengah tekanan global saat ini.
Hal tersebut disampaikan Anindya saat bertemu dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan hari ini, Kamis (30/4). Dalam pertemuan itu, Anindya mengibaratkan pelaku usaha sebagai ayam petelur yang tengah ketakutan imbas adanya perang di Timur Tengah.
“Kami mengatakan analoginya Pak ini kalau pengusaha itu ayam, ayam petelur. Ini lagi stres, sejak perang lagi takut. Nah tapi caranya bagaimana? Mungkin usul kami ya pertama berikanlah ini napas dulu Pak,” kata Anindya dalam gelaran Rakornas Bidang Perdagangan Kadin Indonesia di Jakarta Selatan, Kamis (30/4).
Napas yang dimaksud adalah kebijakan relaksasi bagi dunia usaha, salah satu usulan utama adalah pelonggaran pembiayaan, seperti restrukturisasi kredit.
Selain itu, Kadin juga mengusulkan penangguhan sejumlah pungutan, mulai dari pajak bahan bakar minyak (BBM) hingga pajak ekspor.
“Misalnya relaksasi kredit, bayar bunga dulu tapi pokoknya bertahap, lalu penangguhan pajak BBM, juga penangguhan pajak ekspor,” imbuhnya.
Selain itu, Kadin juga mendorong adanya keringanan untuk energi industri seperti BBM dan liquefied natural gas (LNG).
“Lalu juga kita ingin buka sumbatan, supaya kita bisa istilahnya mulai sedikit ofensif. Nah saya tidak mengatakan ini langsung boleh. Tapi untuk BBM, LNG industri. Apakah ada keringanan untuk bisa ekspor supaya bisa jalan produk ekspornya,” katanya.
“Lalu juga kepastian daripada RKAB misalnya. Untuk supaya bisa terus ekspor memanfaatkan keadaan tentunya rupiah seperti ini,” tuturnya.
