Penutupan PWN TDA 2026: Ferdian Resmi Pimpin TDA 9.0,
Lanjutkan Estafet 63 Ribu Member

Jakarta - Pesta Wirausaha Nasional (PWN) TDA 2026 resmi ditutup dengan suasana haru dan penuh optimisme di Plenary Hall Jakarta International Convention Center (JICC), Minggu (21/06/2026). Pada momen tersebut, Majelis Wali Amanah (MWA) Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan Presiden TDA 9.0 kepada Ferdian untuk masa bakti 2026-2029.
Penyerahan SK dilakukan langsung oleh Ketua MWA TDA, Donny Kris Puriyono. Momen ini sekaligus menandai berakhirnya masa kepemimpinan Presiden TDA 8.0, Eko Desriyanto, yang telah memimpin organisasi selama tiga tahun terakhir.
Dalam sambutannya, Donny Kris menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pengurus yang telah menyukseskan pelaksanaan PWN TDA 2026. Ia menyebut penyelenggaraan Pesta Wirausaha di JICC menjadi salah satu mimpi besar yang akhirnya berhasil diwujudkan setelah perjalanan panjang TDA selama dua dekade.
“Terutama kepada jajaran pengurus, Mas Djun selaku COO, dan seluruh BOD yang sangat men-support acara ini. Alhamdulillah, ini mungkin salah satu impian dari founder TDA, akhirnya Pesta Wirausaha bisa digelar di sini. Dan alhamdulillah setelah 20 tahun TDA berdiri, saat inilah mimpi itu bisa tercapai. Insyaallah akan banyak mimpi-mimpi besar lainnya yang tercapai sebentar lagi,” ujar Donny.
Dalam kesempatan tersebut, Donny membacakan SK MWA Nomor 010/MWA/5.0/VI/2026 tentang Pengangkatan Presiden Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas 9.0. Melalui keputusan itu, Ferdian resmi diangkat dan disahkan sebagai Presiden TDA 9.0 untuk masa jabatan tiga tahun, terhitung sejak 21 Juni 2026 hingga 20 Juni 2029.
Usai menerima SK, Ferdian menyampaikan pidato perdananya sebagai Presiden TDA 9.0. Ia menegaskan bahwa amanah tersebut bukan sebuah kemenangan pribadi, melainkan tanggung jawab besar untuk meneruskan estafet kepemimpinan organisasi yang telah dibangun oleh banyak tokoh dan pengurus selama lebih dari 20 tahun.
“Karena itu saya tidak melihat hari ini sebagai sebuah kemenangan, tapi ini adalah kelanjutan dari amanah yang panjang. Periode 9.0 tentu tidak pernah ada tanpa adanya founder TDA. Apa yang akan kita lakukan tiga tahun ke depan berdiri atas fondasi yang telah dibangun oleh begitu banyak orang baik lebih dari dua dekade perjalanan TDA,” kata Ferdian.
Pria yang telah 16 tahun berproses di TDA tersebut juga menegaskan bahwa organisasi bukanlah tempat untuk mengejar jabatan, melainkan ruang untuk memberikan kontribusi dan membangun dedikasi.
“Saya merasa diajarkan bahwa berorganisasi di TDA bukanlah tentang mengejar posisi. TDA membentuk member yang siap diberikan ruang untuk beraktualisasi diri, berkontribusi, dan berdedikasi tinggi. Kontribusi tanpa ego, dedikasi tanpa validasi,” ujarnya.
Ferdian juga mengajak seluruh anggota dan pengurus TDA menjalankan organisasi dengan semangat kebersamaan dan kegembiraan. Menurutnya, TDA merupakan rumah bagi para pengusaha yang menyediakan ruang untuk belajar, bertumbuh, dan saling menguatkan dalam menghadapi tantangan bisnis.
“TDA adalah rumah. TDA adalah cinta. TDA adalah keriangan dan kegembiraan. Saya mengajak kita semua sama-sama berkomitmen bahwa mari kita jalankan TDA ini dengan riang gembira,” tuturnya.
Sementara itu, Presiden TDA 8.0 Eko Desriyanto menyampaikan laporan akhir masa kepemimpinannya. Ia mengungkapkan berbagai capaian yang berhasil diraih selama tiga tahun terakhir, termasuk pertumbuhan jumlah anggota yang meningkat signifikan.
“Alhamdulillah dari 30.000-an member menjadi 63.000 member. Dari PW satu periode satu kali menjadi PW dua kali dalam satu periode. Dari PW yang berbayar menjadi PW yang gratis. Dari PW yang hebat menjadi PW yang super hebat,” ujar Eko.
Eko juga menyampaikan terima kasih kepada Majelis Wali Amanah, jajaran pengurus pusat, pengurus wilayah, dan pengurus daerah yang telah mendukung perjalanan kepemimpinannya selama tiga tahun terakhir.
“Matur nuwun, terima kasih kepada teman-teman wilayah, teman-teman daerah. Meskipun saya sudah tidak lagi jadi presiden, mohon persaudaraan kita dan pertemanan kita tetap bisa terjalin dengan baik. Saya mohon maaf dalam tiga tahun ini masih banyak kekurangan dan kesalahan,” katanya.
Suasana haru semakin terasa ketika Eko mengundang istrinya naik ke atas panggung. Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan keluarga yang telah mengikhlaskan banyak waktu dan tenaga selama dirinya menjalankan amanah sebagai Presiden TDA 8.0.
Pada acara penutupan tersebut, Founder TDA, Badroni Yuzirman atau yang akrab disapa Pak Roni, turut memberikan refleksi perjalanan organisasi. Ia menilai berbagai pencapaian TDA selama periode 8.0 menjadi bukti bahwa organisasi terus berkembang dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi para pelaku usaha di Indonesia.
Menurut Pak Roni, berbagai capaian yang diraih TDA kerap dianggap sebagai hal biasa karena banyaknya kabar baik yang terus lahir dari komunitas tersebut. Namun, di balik pencapaian itu terdapat kerja keras dan dedikasi besar dari seluruh pengurus serta anggota yang terus menjaga semangat kolaborasi dan pertumbuhan bersama.
Penutupan PWN TDA 2026 sekaligus menjadi penanda dimulainya babak baru kepemimpinan TDA 9.0 di bawah Ferdian. Dengan jaringan lebih dari 63 ribu anggota yang tersebar di 119 kabupaten dan kota di Indonesia, TDA menatap tiga tahun ke depan dengan semangat melanjutkan pertumbuhan organisasi serta memperkuat kontribusinya bagi ekosistem kewirausahaan nasional.
