Kumparan Logo

Pertamina Berharap Tensi Geopolitik Mereda, Bisa Tekan Harga BBM di RI

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pertamina pastikan seluruh SPBU di Pulau Flores kembali pascagempa.
 Foto: Pertamina
zoom-in-whitePerbesar
Pertamina pastikan seluruh SPBU di Pulau Flores kembali pascagempa. Foto: Pertamina

Pertamina berharap perang yang masih terjadi di Timur Tengah bisa mereda. Tensi perang antara AS dengan Iran bisa berdampak ke meningkatnya harga minyak dunia. Tentunya, berimbas juga khususnya ke harga BBM di Indonesia.

“Kita berharap semoga itu (perang di Timur Tengah mereda) bisa terjadi segera. Kalau tidak, kondisinya akan berdampak seperti sekarang,” kata Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, kepada wartawan di Yogyakarta, Jumat (11/9).

Eko mengatakan apabila harga minyak tidak turun seperti sebelum adanya perang di Timur Tengah yaitu di level USD 60 sampai USD 70 per barel, maka harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax hingga Pertamina Dex bisa terdampak.

“Harga Pertamax, Dex, itu akan berkisar di angka Rp 18 ribu sampai Rp 20 ribuan karena belum ada indikasi terjadi penurunan harga minyak dunia,” ungkap Eko.

Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto ditemui di Terminal BBM Rewulu, Bantul, Jumat (11/9/2026). Foto: Moh Fajri/kumparan

Eko menilai perang antara AS dengan Iran dampaknya ke sektor energi lebih berat dibanding saat perang Ukraina dengan Rusia. Sebab, kata Eko, perang di Timur Tengah diikuti dengan penutupan Selat Hormuz yang menjadi jalur perdagangan energi dunia.

“Dengan adanya perang di Timur Tengah, di Selat Hormuz ini, ternyata dampaknya secara global. Selain ketersediaan energi di dunia, harga yang saat ini juga belum stabil,” tutur Eko.

Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan sampai akhir tahun ini harga BBM subsidi masih aman, meski minyak dunia kembali di atas USD 100 per barel. Hal itu karena rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) sampai September masih ada pada kisaran USD 85 sampai 90 per barel.

ICP Agustus 2026 naik ke level USD 89,43 per barel, salah satunya dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak dunia sepanjang Agustus 2026 karena faktor geopolitik. Kenaikan terjadi sekitar USD 7,75 per barel dibandingkan ICP Juli 2026 yang berada di level USD 81,68 per barel.