Kumparan Logo

Pertamina Patra Niaga Pastikan Takaran dan Keamanan LPG Sesuai Standar BDKT

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pekerja memasang segel LPG tabung tiga kilogram di SPBE Puri Sakti Energi Perkasa, Ngaliyan, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (1/7/2025). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Pekerja memasang segel LPG tabung tiga kilogram di SPBE Puri Sakti Energi Perkasa, Ngaliyan, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (1/7/2025). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTO

PT Pertamina Patra Niaga memastikan keamanan dan ketepatan takaran LPG yang disalurkan kepada masyarakat. Hal ini dilakukan dengan menerapkan standar Barang Dalam Keadaan Terbungkus (BDKT) di seluruh Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPBE) Pertamina Patra Niaga di Indonesia.

Direktur Pemasaran Retail Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky, mengatakan penerapan standar BDKT menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memastikan setiap tabung LPG yang diterima konsumen memiliki kuantitas dan kualitas sesuai ketentuan.

"Pertamina Patra Niaga berkomitmen penuh memastikan setiap tabung Elpiji yang diterima masyarakat memiliki kuantitas dan kualitas yang tepat sesuai standar. Saat ini, sebanyak 753 SPBE pengisian Elpiji, baik subsidi (PSO) maupun non-subsidi di seluruh Indonesia telah 100 persen menerapkan standar BDKT,” ujar Eko Ricky dalam keterangan resminya, Senin (14/9).

Menurut Eko, aspek keamanan menjadi perhatian penting perusahaan karena berkaitan langsung dengan kepercayaan masyarakat terhadap produk Pertamina Patra Niaga, termasuk LPG.

Untuk memastikan LPG yang diterima konsumen dalam kondisi aman dan memiliki takaran sesuai ketentuan, Pertamina Patra Niaga secara rutin melakukan sosialisasi, pengecekan, dan pengawasan di lapangan.

"Karena itulah, lanjut Eko Ricky, ia dan jajarannya gencar melakukan sosialisasi, pengecekan, serta pengawasan di lapangan untuk memastikan setiap tabung gas Elpiji yang diterima konsumen dalam kondisi aman dan isinya sesuai takaran," kata Eko.

PT Pertamina Patra Niaga menerima kunjungan Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri, di Fuel Terminal (FT) Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Foto: Pertamina Patra Niaga

Dalam menjalankan pengawasan tersebut, Pertamina Patra Niaga juga berkoordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Perdagangan serta dinas terkait di masing-masing provinsi.

“Apresiasi setinggi-tingginya kami sampaikan kepada Kementerian Perdagangan, khususnya Direktorat Metrologi dan dinas terkait di daerah, yang intens berkolaborasi mendampingi pengawasan operasional kami di lapangan. Kami berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik, baik dari segi kuantitas maupun kualitas produk Elpiji," tutur Eko.

Wamendag Cek Langsung Takaran LPG

Penerapan standar tersebut turut ditinjau langsung oleh Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri, saat mengunjungi Fuel Terminal (FT) Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (14/9).

Dalam kunjungan tersebut, Dyah Roro didampingi Direktur Pemasaran Retail Pertamina Patra Niaga Eko Ricky meninjau Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPBE) di FT Padalarang. Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail, turut hadir dalam kunjungan tersebut.

Dyah Roro menyaksikan langsung proses pengisian tabung LPG 3 kg, termasuk pengecekan ketepatan takaran dan aspek keamanan sebelum produk didistribusikan kepada masyarakat.

Ia menilai pengawasan tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memastikan konsumen mendapatkan produk sesuai ketentuan.

PT Pertamina Patra Niaga menerima kunjungan Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri, di Fuel Terminal (FT) Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Foto: Pertamina Patra Niaga

"Pengawasan ini adalah wujud kehadiran pemerintah untuk melindungi hak-hak konsumen secara menyeluruh. Konsumen berhak mendapatkan Elpiji 3 kg dengan isi dan takaran yang presisi sesuai ketentuan. Kolaborasi yang erat ini penting untuk memastikan rantai distribusi Elpiji berjalan transparan dan tepat sasaran," ujar Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri.

Selain memastikan ketepatan takaran, Pertamina Patra Niaga dan Kementerian Perdagangan juga melakukan pengawasan terhadap kelancaran rantai pasok LPG nasional. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan dan stok LPG di tingkat regional maupun nasional tetap aman dan mencukupi di tengah dinamika geopolitik global.