Perusahaan Migas UEA Lirik Potensi Cekungan Migas di RI selain Laut Andaman
ยทwaktu baca 3 menit

Perusahaan migas asal Uni Emirat Arab (UEA), Mubadala Energy, membidik potensi cekungan migas lain di Indonesia selain Laut Andaman, lokasi di mana perusahaan telah mendapatkan harta karun gas raksasa.
Direktur Komunikasi Regional Mubadala, Varian Ignatius, mengatakan perusahaan sudah melihat banyak potensi di Indonesia usai beroperasi di dalam negeri selama lebih dari 15 tahun ke belakang.
Varian menyebutkan, Mubadala baru saja mendapatkan hak pengelolaan wilayah kerja (WK) atau blok migas eksplorasi Southwest Andaman dengan skema Kontrak Kerja Sama Gross Split.
Blok Southwest Andaman menjadi tambahan portofolio perusahaan di kawasan cekungan Andaman di lepas pantai Sumatera bagian utara, yakni mencakup WK South Andaman, Central Andaman, dan Andaman II.
"Kami sangat gembira dengan penemuan yang telah kami dapatkan di Tangkulo, Andaman, dan yang terbaru di Southwest Andaman sekitar dua bulan lalu. Ketika kami mulai berproduksi, kami akan menjadi salah satu produsen terbesar di Indonesia," kata Varian kepada awak media di sela-sela IPA Convex ke-50, Rabu (20/5).
Varian menuturkan, perusahaan akan terus bekerja sama dengan erat dengan pemerintah dan mendukung ambisi target produksi 1 juta barel minyak per hari (bopd) dan 12 miliar setara kaki kubik per hari gas (mscfd) pada tahun 2030.
Saat ditanya terkait rencana Mubadala menggarap blok migas di cekungan lain di Indonesia, dia menyebutkan segala peluang selalu terbuka dan dipertimbangkan.
"Kami terbuka, kami di sini untuk mendukung Indonesia sebagai investor strategis. Tentu saja, jika ada peluang lain, kami akan mempertimbangkannya," ungkapnya.
Sementara itu, CEO Mubadala Energy Mansoor Mohamed Al Hamed menjelaskan bahwa beberapa bulan terakhir menjadi momentum yang penting bagi kemandirian energi bagi Indonesia.
"Indonesia memiliki peluang luar biasa, mulai dari pertumbuhan permintaan energi, posisi geografis yang strategis, hingga potensi besar sumber daya laut dalam yang dimiliki," jelasnya saat Global Executive Talk.
Menurutnya, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pusat energi regional apabila insentif investasi, proses perizinan, dan pembangunan infrastruktur dapat berjalan selaras.
Di sisi lain, Mansoor menuturkan perusahaan berhasil menemukan potensi gas raksasa di Sumur Layaran dan Tangkulo di Laut Andaman, menjadi salah satu penemuan gas terbesar di Asia dalam beberapa tahun terakhir.
"Tangkulo ditargetkan mencapai tahap persetujuan pengembangan (Plan of Development/PoD) tahun ini, dengan target produksi gas pertama pada akhir dekade ini," ungkap Manssor.
Hal tersebut, lanjut dia, menjadi bagian dari pertumbuhan bisnis Mubadala di Laut Andaman yang kini mencakup wilayah kerja Southwest Andaman PSC dan Central Andaman, menjadikan perusahaan salah satu pemegang wilayah kerja migas terbesar di kawasan tersebut.
