PHK di Singapura Tertinggi dalam 3 Tahun, Dipicu Restrukturisasi Perusahaan
·waktu baca 2 menit

Jumlah pemutusan hubungan kerja (PHK) di Singapura naik ke level tertinggi dalam hampir tiga tahun pada kuartal pertama 2026, seiring perusahaan-perusahaan terus melakukan reorganisasi bisnis di tengah ketidakpastian ekonomi yang meningkat.
Dikutip dari Bloomberg pada Selasa (16/6), berdasarkan laporan Kementerian Ketenagakerjaan Singapura yang dirilis pada Senin (15/6), jumlah pekerja yang terkena PHK mencapai 3.830 orang pada periode Januari-Maret, naik dari 3.690 orang pada kuartal sebelumnya.
Angka tersebut merupakan yang tertinggi sejak kuartal ketiga 2023. Saat itu sebanyak 4.110 pekerja mengalami PHK.
Kementerian menyebut reorganisasi dan restrukturisasi perusahaan masih menjadi penyebab utama pemangkasan tenaga kerja. Peningkatan PHK juga terjadi di sejumlah sektor, termasuk manufaktur, jasa keuangan dan asuransi, serta layanan profesional.
Kenaikan angka PHK ini muncul ketika para pemberi kerja semakin berhati-hati terhadap prospek ekonomi ke depan. Dalam survei kelompok industri yang dilakukan pada April, lebih dari separuh perusahaan di Singapura menyatakan khawatir terhadap tingginya biaya tenaga kerja.
Sementara itu, Monetary Authority of Singapore memperingatkan permintaan tenaga kerja berpotensi melemah tahun ini akibat meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.
Sejumlah perusahaan besar juga telah mengumumkan pengurangan tenaga kerja dalam beberapa bulan terakhir. Di antaranya adalah Shopee yang berada di bawah naungan Sea Limited, serta Meta Platforms.
Kedua perusahaan itu melakukan penyesuaian operasional dan mengalihkan belanja perusahaan ke prioritas baru seperti pengembangan kecerdasan buatan (AI).
Meski demikian, pasar tenaga kerja Singapura secara keseluruhan masih menunjukkan ketahanan yang cukup kuat.
Tingkat pengangguran tetap berada di level 2 persen, sementara proporsi warga yang terkena PHK dan berhasil mendapatkan pekerjaan baru dalam waktu enam bulan meningkat menjadi 60,7 persen dibanding kuartal sebelumnya.
Selain itu, pada akhir Maret terdapat 73.300 lowongan pekerjaan yang tersedia, lebih banyak dibanding jumlah warga yang menganggur.
