Kumparan Logo

Populer: Purbaya Akui Masuk RS; Harga BBM Diesel Kompak Naik

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor Kemenko Perekonomian, Jumat (27/3).  Foto: Ave Airiza/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor Kemenko Perekonomian, Jumat (27/3). Foto: Ave Airiza/kumparan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang mengakui masuk rumah sakit menjadi salah satu berita populer di kumparanBisnis sepanjang Senin (4/5). Selain itu, harga BBM jenis diesel kompak naik juga menyita perhatian publik.

Berikut rangkuman berita populer tersebut:

Purbaya Akui Sempat Masuk Rumah Sakit: Habis Itu Keluar Lagi

Purbaya mengakui sempat masuk rumah sakit. Ia mengatakan saat ini kondisinya sudah kembali sehat. Kabar mengenai Purbaya yang dirawat di RS Medistra pada Sabtu (2/5) sebelumnya sempat dibantah oleh Kementerian Keuangan.

Purbaya menjelaskan kunjungannya ke RS untuk check up biasa, dengan hasil gula darah 118 yang dinyatakan aman, serta kondisi pinggangnya yang sempat sakit kini sudah membaik.

Purbaya, yang akan berusia 61 tahun per Juli 2026, pernah mengeluh sakit pinggang dan bahkan harus disuntik di 8 titik.

Harga BBM Jenis Diesel Kompak Naik

Harga BBM diesel non subsidi naik. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi untuk jenis diesel mengalami kenaikan signifikan, mengikuti penyesuaian yang lebih dulu dilakukan oleh SPBU swasta.

Berdasarkan informasi dari Pertamina Patra Niaga, harga Pertamax Turbo 98 naik dari Rp 19.400 menjadi Rp 19.900 per liter. Kenaikan yang lebih substansial terjadi pada Dexlite 51, yang melompat Rp 2.400 menjadi Rp 26.000 per liter, serta Pertamina Dex 53 yang naik Rp 4.000 menjadi Rp 27.900 per liter.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun, menjelaskan bahwa penyesuaian harga ini merupakan bagian dari mekanisme pasar yang merespons perkembangan harga global. Meskipun demikian, Pertamina sebagai BUMN juga mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi masyarakat dan stabilitas nasional.

Hal itu terlihat dari keputusan Pertamina untuk tetap mempertahankan harga Pertamax 92 di Rp 12.300 per liter dan Pertamax Green 95 di Rp 12.900 per liter di wilayah DKI Jakarta, untuk menjaga daya beli konsumen pada produk bensin tertentu.

video story embed