Kumparan Logo

Prabowo Mau Bangun Rumah Dekat Kawasan Industri: Nyicilnya Bisa Sampai 40 Tahun

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Subianto (tengah) menyapa massa buruh dalam  peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto (tengah) menyapa massa buruh dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Presiden Prabowo Subianto berniat membangun perumahan yang lokasinya dekat dari kawasan industri. Sehingga jaraknya tidak jauh dari tempat para buruh bekerja.

Prabowo mengatakan rencana tersebut merupakan aspirasi dari buruh yang bakal diwujudkannya.

“Kita sudah membangun cukup banyak tahun ini, sudah sampai 350 ribu rumah, tapi sasaran kita adalah minimal 1 juta rumah, kita akan mulai tahun ini juga 1 juta rumah. Dan rumah-rumah ini akan sesuai saran saudara, akan dibuat di klaster-klaster yang dekat dengan kawasan-kawasan industri, yang dekat dengan tempat bekerja,” kata Prabowo dalam peringatan May Day 2026 di Monas, Jakarta Pusat pada Jumat (1/5).

Prabowo menyebut nantinya dengan rencana pembangunan tersebut akan ada kota-kota baru. Dalam kota baru tersebut dimungkinkan terdapat 100 ribu hunian vertikal atau rumah susun.

Selain itu, Prabowo juga menyoroti pentingnya fasilitas pendukung dalam kota baru tersebut. Untuk itu, ia ingin pembangunan rumah di kawasan industri itu bisa dilengkapi dengan sekolah, sistem transportasi sampai daycare.

Presiden Prabowo Subianto (tengah) menyapa massa buruh dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

“Dan saya perintahkan harus ada sekolah, harus ada fasilitas olahraga, harus ada daycare, harus ada rumah sakit, dan yang paling penting harus ada transportasi, entah kereta api, ringan, bus, supaya pekerja bisa masuk ke pekerjaan dengan lancar dan baik. Dan sudah sekarang kita akan coba bahwa nanti buruh yang diberi kartu bisa naik transport dengan harganya yang sangat ringan,” ujar Prabowo.

Terkait cicilan, para buruh juga sempat mengeluhkan selama ini 30 persen dari penghasilannya habis untuk biaya sewa hunian. Untuk itu, Prabowo ingin tenor cicilan bagi para buruh bisa mencapai 40 tahun

“Nanti kita akan yakinkan saudara nanti akan miliki rumah tersebut. Jadi yang tadi 30 persen untuk kontrak kita kurangi, itu adalah untuk kau cicil rumahmu sendiri. Cicilnya kalau bisa 20 tahun, kalau nggak bisa 20 tahun, 25 tahun, kalau belum lunas 25 tahun 30 tahun, kalau tidak bisa 25 tahun 40 tahun,” ungkap Prabowo.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), Ilhamsyah, menjelaskan tentang pentingnya perumahan yang terintegrasi dengan kawasan industri. Hal itu bisa berdampak pada tingkat stres sampai menghemat biaya perjalanan ke tempat kerja.

“Kami sangat berharap program perumahan yang akan dibangun oleh negara adalah program perumahan yang terintegrasi dengan kawasan-kawasan industri, sehingga buruh apabila mau bekerja tidak perlu lagi naik motor, kita bisa mengurangi hemat BBM, kita bisa mengurangi kemacetan, kita bisa mengurangi stres akibat kemacetan di jalan," tutur Ilhamsyah.

"Perumahan yang terintegrasi dengan kawasan adalah jalan yang terbaik dan ini adalah cara kita untuk meningkatkan kesejahteraan buruh,” tambahnya.