Prabowo Minta Tunda Bangun Kantor: Tak Perlu Bagus, yang Penting Produktif
·waktu baca 2 menit

Presiden Prabowo Subianto meminta pemerintahannya menunda pembangunan kantor-kantor yang megah dan harus lebih memprioritaskan produktivitas.
Prabowo baru saja meresmikan panen raya udang di Tambak Budidaya Udang Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5). Dia menyebutkan, tambak seluas 65 hektare yang baru saja beroperasi 3 tahun ini sudah bisa menghasilkan udang 40 ton setiap hektarenya.
Ke depannya, Prabowo berencana membangun tambak-tambak udang dan ikan di daerah lain, seperti di Waingapu seluas 2.000 hektare, Gorontalo sebesar 200 hektare, dan wilayah Pantura hingga 14.000 hektare.
"Kita akan bangun proyek-proyek produktif yang menghasilkan protein dan untuk rakyat kita dan juga untuk jual ke luar negeri. Supaya kita bisa dapat devisa," ungkapnya.
Dengan demikian, Prabowo meminta kepada kabinetnya untuk menunda pembangunan kantor-kantor fisik yang megah. Pasalnya, dia ingin pemerintah lebih mengutamakan produktivitas ketimbang bangunan.
"Jadi maaf kita sekarang agak tundalah bangun banyak kantor, kantor, kantor. Kantor itu ya perlu, tapi jangan ada kantor enggak ada produktivitas," ungkapnya.
"Kantor megah produknya enggak ada. Lebih baik kantornya tidak begitu bagus, tapi produknya bagus, hasilnya banyak, penghasilan untuk rakyat banyak. Rakyat kita butuh pekerjaan," tegas Prabowo.
Prabowo memastikan dalam beberapa bulan ke depan, pemerintah akan mempercepat pembangunan yang produktif. Dia menilai proyek produktif yakni harus menghasilkan nilai tambah kepada negara dan masyarakat.
"Batasan produktif apa? Menciptakan lapangan kerja untuk rakyat kita. Kedua, menghasilkan nilai tambah, menambah kekayaan bangsa Indonesia, menambah penghasilan rakyat kita. Itu arti produktif," jelasnya.
