Prabowo: Secara Ekonomi, Indonesia Ingin Kerja Sama dengan Semua Negara Sahabat

Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia terbuka secara ekonomi dengan seluruh negara sahabat. Menurut dia, Indonesia sejak lama menerapkan prinsip terbuka dalam menjalin hubungan dengan berbagai negara.
Prinsip keterbukaan Indonesia termasuk soal Indonesia menawarkan perdagangan yang adil. Hal ini diutarakan Prabowo saat ditanya mengenai keseimbangan antara kewajiban terhadap mitra barat dan pendalaman interaksi dengan Rusia serta kawasan Eurasia. Pertanyaan juga menyoroti soal transaksi perdagangan, penggunaan mata uang nasional, dan sistem keuangan.
“Secara ekonomi, kami juga mandiri dan kami ingin bekerja sama dengan seluruh sahabat kami. Kami ingin bekerja sama dengan semua negara. Hal ini sangat terbuka sejak hari pertama seluruh negosiasi kami dengan para mitra, mereka mengetahui hal ini. Dan kami menawarkan perdagangan yang adil,” kata Prabowo dikutip dari laman YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (3/9).
Selain itu Prabowo juga menegaskan Indonesia sudah terbuka sejak lama, termasuk mengenai kebijakan.
Menurut orang nomor satu di Tanah Air itu, Indonesia dengan prinsip nonblok ingin memiliki hubungan terbaik dengan semua negara termasuk negara dengan kekuatan besar dunia.
“Seperti yang telah saya sampaikan, kami tidak tergabung dalam aliansi militer apa pun. Kami menghormati seluruh kekuatan. Jadi, kami tidak melihat adanya masalah nyata bagi kami,” imbuhnya.
Prabowo juga memastikan Indonesia tidak akan bekerja sama dengan satu kelompok untuk menentang kepentingan kelompok lainnya. Menurut dia, pemerintah akan memberikan perlakuan yang sama kepada seluruh pihak yang ingin menjalin kerja sama dengan Indonesia.
“Kami akan memperlakukan siapa saja yang ingin datang ke Indonesia secara adil. Kami akan memberikan perlakuan yang sama kepada seluruh pihak yang datang ke Indonesia, dan kami bernegosiasi. Kami tidak ingin mengancam siapa pun,” tegasnya.
Dalam kesempatan ini Prabowo juga membeberkan hubungan Indonesia-Rusia yang telah terjalin lama, bahkan pada awal kemerdekaan Indonesia.
“Pada saat itu, ya, saat itu adalah Uni Soviet, namun mereka membantu Indonesia ketika kami sangat lemah. Jadi, semua orang mengetahui sejarah ini dan kami tidak malu dengan sejarah ini. Terima kasih,” tuturnya.
