Proyeksi IHSG Masih Solid di Tengah Tekanan Suku Bunga AS

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguji level tertinggi baru pada perdagangan Rabu (2/9), setelah kemarin melonjak 1,14 persen ke posisi 6.599,94.
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, menjelaskan bahwa struktur bullish IHSG masih solid ditopang indikator MA20&60 bullish crossover, Stochastics, serta RSI yang positif, meski volume transaksi sedikit menurun.
Mirae Asset menetapkan level support IHSG di 6.552 dan 6.453, serta resistance di 6.695 dan 6.780.
Penguatan IHSG didorong oleh aksi beli bersih (net buy) investor asing senilai Rp 1,76 triliun pada saham blue-chip seperti BBRI, BBCA, BUMI, BMRI, dan CUAN. Stabilitas inflasi Agustus (3,19 persen YoY) serta surplus neraca perdagangan Juli (USD 0,13 miliar) turut memperkuat fundamental pasar.
Namun, laju IHSG dibayangi risiko sentimen global.
"Lonjakan harga minyak di atas USD 90 per barel dan sinyal hawkish The Fed meningkatkan probabilitas kenaikan suku bunga AS menjadi 68 persen, yang berpotensi memicu tekanan pada saham bervaluasi tinggi," tulis riset Mirae Asset Sekuritas, Rabu (2/9).
Investor disarankan terus berakumulasi pada saham murah berfundamental solid dengan disiplin manajemen risiko, sembari menantikan rilis data Nonfarm Payrolls AS.
Sementara itu, Phintraco Sekuritas menetapkan level support IHSG di 6.500, pivot di 6.600, dan resistance di 6.700.
Dari dalam negeri, pergerakan pasar diwarnai rilis data ekonomi terkini. Inflasi Agustus 2026 tercatat naik ke level 3,19 persen (YoY), terdorong kenaikan harga pangan dan transportasi. Indeks Manufaktur PMI Agustus terkontraksi tipis ke 49,8. Namun, neraca perdagangan Juli 2026 secara tak terduga berhasil mencetak surplus USD 0,13 miliar setelah dua bulan berturut-turut mengalami defisit.
"Pasar turut merespons positif target pemerintah yang membidik pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen pada 2027," tulis riset Phintraco Sekuritas.
Untuk mencapai target tersebut, investasi swasta didorong menjadi motor utama dengan dukungan Danantara pada sektor strategis dan hilirisasi.
Saham-saham pilihan (top picks) Phintraco Sekuritas untuk hari ini meliputi BBCA, BMRI, BBRI, BUMI, PTRO, dan CUAN.
-
Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.
