Kumparan Logo

PT Timah Bagikan Dividen Rp 656 Miliar, 50 Persen dari Laba Bersih 2025

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi PT Timah. Foto: T. Schneider/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi PT Timah. Foto: T. Schneider/Shutterstock

PT Timah (Persero) Tbk membagikan dividen Rp 656,8 miliar kepada para pemegang saham dari laba bersih tahun buku 2025. Nilai tersebut setara 50 persen dari total laba bersih perseroan yang mencapai Rp 1,31 triliun.

Keputusan pembagian dividen ini disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 di Jakarta, Jumat (12/6).

Sementara itu, sebesar 50 persen laba bersih atau sekitar Rp 656,8 miliar ditetapkan sebagai saldo laba ditahan untuk mendukung pengembangan usaha dan memperkuat struktur keuangan perusahaan.

Pada 2025, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 11,55 triliun atau naik 6,41 persen dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp 10,86 triliun. Laba usaha tercatat sebesar Rp 1,91 triliun dengan EBITDA mencapai Rp 2,76 triliun.

Di sisi operasional, PT Timah mencatat produksi bijih timah sebesar 18.635 ton Sn, produksi logam timah sebesar 17.815 metrik ton, sementara penjualan logam timah tercatat 16.634 metrik ton.

"Pembagian dividen ini mencerminkan kinerja positif yang berhasil dibukukan Perseroan. Keberhasilan tersebut merupakan hasil dari upaya Perseroan meningkatkan efektivitas operasional, memperkuat fundamental bisnis, serta menjaga daya saing di tengah tantangan industri yang terus berkembang. Perseroan berkomitmen untuk terus menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan memberikan nilai optimal bagi pemegang saham serta seluruh pemangku kepentingan," ujar Direktur Utama PT Timah (Persero) Tbk Restu Widiyantoro melalui keterangan tertulis, Jumat (12/6).

Restu mengatakan sepanjang tahun buku, perseroan berhasil menjaga kinerja operasional dan keuangan secara optimal melalui peningkatan produktivitas, penguatan tata kelola, efisiensi di seluruh rantai bisnis, serta pengelolaan keuangan yang prudent.

PT Timah optimistis akan melanjutkan kinerja positif di tahun 2026. Permintaan timah global terus menunjukkan prospek yang menjanjikan. Sekitar 50 persen konsumsi timah ditopang oleh industri solder yang menjadi tulang punggung sektor semikonduktor dan elektronik.

Kemudian pergerakan segmen ini diperkirakan akan terus menguat, didorong oleh pertumbuhan pesat teknologi kecerdasan buatan, perluasan pusat data, perkembangan energi, dan meningkatnya investasi pada infrastruktur kelistrikan modern.

Menghadapi peluang tersebut, PT Timah menyiapkan sejumlah strategi pada 2026, antara lain akselerasi produksi dan optimalisasi cadangan, transformasi digital dan keberlanjutan (ESG), optimalisasi dan efisiensi berkelanjutan di seluruh lini bisnis, optimaliasi kinerja anak perusahaan, aset non operasi dan sinergi lainnya dalam mendukung keberlanjutan Perseroan.

Perubahan Pengurus

Ilustrasi PT Timah. Foto: Dok. PT Timah Tbk

PT Timah menetapkan perubahan susunan pengurus perusahaan dalam RUPST tersebut. Susunan Direksi terkini merupakan keputusan pemegang saham sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan kinerja, serta menjawab tantangan industri pertambangan yang semakin dinamis.

Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui pemberhentian dengan hormat anggota Direksi sebelumnya yang telah mendapatkan penugasan baru yakni Suhendra Yusuf Ratuprawiranegara yang telah menyelesaikan masa tugasnya, sekaligus menetapkan susunan pengurus baru Perseroan.

“Susunan pengurus saat ini akan terus berkomitmen untuk terus memperkuat langkah perusahaan dalam menjalankan strategi bisnis, meningkatkan kinerja operasional, memperkuat tata kelola perusahaan yang baik, serta menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” kata Restu.

Berikut ini Susunan Direksi dan Dewan Komisaris PT Timah hasil RUPST 2025:

Direksi

Direktur Utama: Restu Widiyantoro

Direktur Strategi Korporasi dan Pengembangan Usaha: Harry Budi Sidharta

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Fina Eliani

Direktur Operasi: Handy Geniardi

Direktur Produksi dan Komersial: Ilhamsyah Mahendra

Direktur SDM dan Transformasi Korporasi: Ratih Mayasari

Komisaris

Komisaris Utama (Independen): Agus Rohman

Komisaris (Independen): Yuslih Ihza Mahendra

Komisaris: Rizani Usman

Komisaris (Independen): M. Hita Tunggal

Komisaris: Eniya Listiani Dewi