Kumparan Logo

Rosan Roeslani Beberkan Faktor yang Bikin Rupiah dan IHSG Menguat Lagi

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani saat konferensi pers Realisasi Investasi Triwulan IV 2025 di Jakarta, Kamis (15/1/2026). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani saat konferensi pers Realisasi Investasi Triwulan IV 2025 di Jakarta, Kamis (15/1/2026). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan

CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengungkapkan faktor yang membuat nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat. Menurutnya, perbaikan persepsi investor terhadap ekonomi Indonesia menjadi salah satu faktor penting.

Pada penutupan perdagangan Senin (15/6), IHSG naik 247,310 poin atau 4,12 persen ke level 6.254,966. Sementara, rupiah berdasarkan data Bloomberg pada pukul 16.27 WIB ada di Rp 17.708 atau menguat 151,50 poin atau 0,85 persen terhadap dolar AS.

"Kalau kita lihat memang beberapa hari terakhir ini, baik dari pasar modal kita maupun rupiah kita, mengalami penguatan yang kalau dibilang relatif cepat juga gitu ya," kata Rosan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/6).

Rosan menilai penguatan pasar saham dan rupiah takkan terjadi tanpa adanya respons kebijakan yang dilakukan pemerintah dan Bank Indonesia (BI). Ia menyebut sejumlah strategi yang diambil otoritas, termasuk kebijakan BI dan kerja sama keuangan dengan China melalui swap agreement, turut membantu memulihkan kepercayaan pasar.

"Kalau kita lihat ini baik dari Bank Indonesia, kemudian juga swap agreement yang diberikan oleh China, dan momentum pada saat kita roadshow ini kan sebenarnya keadaan masih lagi tidak bagus gitu," katanya.

Rosan juga mengaitkan penguatan pasar dengan hasil roadshow Danantara ke sejumlah pusat keuangan dunia yang telah dilakukan. Dalam kegiatan tersebut, Rosan bertemu sekitar 122 investor global yang juga memiliki eksposur investasi di pasar Indonesia.

Menurutnya, sebagian investor sebelumnya masih menyimpan keraguan baik terhadap prospek ekonomi Indonesia maupun arah kebijakan pemerintah. Namun, Rosan menuturka pandangan itu mulai berubah setelah mendapatkan penjelasan langsung mengenai kondisi ekonomi dan strategi pembangunan nasional.

"Itu persepsi yang mohon maaf mungkin tadinya mereka ragu-ragu mengenai ekonomi Indonesia, mengenai kebijakan kita, tapi setelah mereka lihat oh Indonesia kita merespons secara baik dan benar gitu ya," kata Rosan.

Ia menegaskan fundamental ekonomi di Tanah Air dalam jangka menengah dan panjang masih sangat kuat. Karena itu, tantangan terbesar saat ini ialah mengembalikan kepercayaan pasar yang sempat tertekan akibat berbagai sentimen negatif.

"Nah bagaimana kita mencoba membalikkan persepsi momentum yang tadinya, kalau kita bilangnya spiral down ini untuk kembali ke atas," tutur Rosan.

video story embed