Kumparan Logo

Saat Sungai Mahakam Surut Bikin Tongkang Batu Bara Tak Bisa Lewat

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kondisi Sungai Mahakam di Kabupaten Mahakam Ulu, sangat dangkal pada Rabu (19/8/2026). Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi Sungai Mahakam di Kabupaten Mahakam Ulu, sangat dangkal pada Rabu (19/8/2026). Foto: kumparan

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan sungai yang menyusut akibat fenomena El Nino di Kalimantan Timur (Kaltim) membuat operasional kapal tongkang batu bara tersendat.

Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, membenarkan bahwa pemerintah tidak membatasi produksi batu bara. Disrupsi pasokan diakibatkan surutnya sungai-sungai besar di Kaltim.

"Bukan karena dibatasi produksinya karena air untuk ngalirin tongkangnya enggak ada air," ungkapnya saat ditemui di JIExpo Kemayoran, dikutip Kamis (3/9).

Adapun sungai memang menjadi salah satu jalur logistik penting di wilayah Kalimantan. Setelah mengecek kondisi pasokan batu bara di Kaltim, Yuliot membenarkan bahwa tongkang-tongkang untuk sementara tidak bisa melewati sungai yang mengering.

"Itu ya saya cek itu kemarin di Kalimantan Timur. Ya justru, ya karena sungainya mengering, tongkangnya enggak bisa jalan," tegas Yuliot.

Sebelumnya, kekeringan sungai di Kalimantan tak hanya berdampak pada mobilitas angkutan batu bara. Kementerian ESDM juga mengidentifikasi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di Kalimantan disebabkan oleh sungai yang surut, sehingga menjadi kendala bagi kapal distribusi energi.

“Di Kalimantan ini banyak terjadi. Saat ini, sungai ini mengalami kondisi surut, sehingga kapal-kapal yang biasanya mengirimkan melalui jalur sungai terkendala untuk proses pengiriman BBM,” ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI, Rabu (26/8).

Laode menyampaikan permasalahan tersebut telah dimitigasi dengan memperbanyak truk-truk pengiriman BBM yang menggunakan jalur darat. Akan tetapi, volume angkut truk pengiriman BBM tidak sebesar angkutan sungai.

Sementara itu, Wali Kota Samarinda, Kalimantan Timur Andi Harun meminta masyarakat menghemat penggunaan air bersih menyusul penyusutan debit Sungai Mahakam dan meningkatnya kadar klorida di air akibat kemarau panjang.

Andi Harun di Samarinda, Sabtu (30/8), menegaskan kondisi Sungai Mahakam yang menyusut turut mempengaruhi operasional sejumlah fasilitas penyadapan (intake) air bersih di wilayah Palaran, Pulau Atas, Bukuan dan Bantuas.

Selain penurunan debit air, peningkatan kadar klorida menjadi faktor krusial karena berkaitan langsung dengan kualitas dan kelayakan air yang didistribusikan kepada masyarakat.