Kumparan Logo

Siaga 24 Jam, Kapal Transko Dara 3218 Layani Sandar Tanker di Kilang Balongan

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapal Transko Dara 3218 milik PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) ini berada di garda depan Terminal Khusus (Tersus) PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit VI Balongan (RU VI). Foto: Dok. PTK
zoom-in-whitePerbesar
Kapal Transko Dara 3218 milik PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) ini berada di garda depan Terminal Khusus (Tersus) PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit VI Balongan (RU VI). Foto: Dok. PTK

Aktivitas bongkar muat energi di Refinery Unit VI (RU VI) Kilang Balongan turut ditopang oleh kapal-kapal penunjang berukuran kecil. Salah satunya Transko Dara 3218 milik PT Pertamina Trans Kontinental (PTK), yang bertugas memastikan proses kapal tanker migas merapat dan lepas sandar di Terminal Khusus (Tersus) RU VI berjalan aman dan tepat waktu.

Transko Dara 3218 bertugas melayani operasional kapal tanker migas yang akan merapat (sandar) atau lepas sandar dari Tersus RU VI. Kapal ini membantu mobilisasi personel menuju Single Point Mooring (SPM), atau pelampung terapung yang berada di lepas pantai sebagai tempat sandar kapal tanker, sekaligus alat penyalur muatan cair seperti minyak bumi.

Vice President Legal & Relation Pertamina Trans Kontinental Amran Reza menjelaskan, walau kapal Transko Dara berukuran kecil, namun keandalan kapal ini berperan dalam memandu kapal-kapal tanker yang ukurannya lebih besar.

“Proses operasional pelabuhan bagi kapal besar termasuk aspek yang kritikal, terlebih kapal tanker di wilayah Tersus RU VI merupakan pembawa produk migas yang berisiko tinggi. Serangkaian proses sandar maupun lepas sandar didukung oleh kapal-kapal PTK, sebagai simpul dari kegiatan maritim untuk menjaga aspek keselamatan, kesiapsiagaan terhadap potensi resiko, hingga kepatuhan terhadap regulasi," ujar.

Amran menambahkan, sejalan dengan alur pergerakan kapal-kapal tanker Pertamina, kapal penunjang PTK bersiaga 24 jam sehari. Secara rerata, Transko Dara 3218 beroperasi hingga 3 kali per hari, bergantian dengan kapal-kapal penunjang PTK lainnya di RU VI.

Kapal Transko Dara 3218 milik PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) ini berada di garda depan Terminal Khusus (Tersus) PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit VI Balongan (RU VI). Foto: Dok. PTK

RU VI Balongan sendiri, memiliki peran dalam 80% distribusi energi di Jawa bagian Barat, yakni Jawa Barat, DKI Jakarta, serta Banten. Selain itu, ke beberapa wilayah yakni Pontianak, Banjarmasin, Kotabaru, hingga sejumlah wilayah di Indonesia Timur.

"Dengan cakupan distribusi energi di RU VI, layanan PTK turut berkontribusi dalam mendukung rantai distribusi energi nasional," ujar Amran.

Sebagai bagian dari Subholding Integrated Marine Logistics Pertamina, PTK merupakan penyedia solusi maritim dan logistik terintegrasi. Empat lini bisnis PTK terdiri dari kapal penunjang, layanan maritim, operasional pelabuhan, serta penyedia pergudangan di pinggir pantai (shorebase).

Saat ini PTK memiliki 370 kapal milik dan 90 kapal sewa yang beroperasi di seluruh wilayah Indonesia, untuk mendukung kebutuhan maritim dan logistik energi.

"PTK senantiasa menjaga keandalan armada dan layanan maritim. Para pelaut dan tenaga profesional PTK juga berkomitmen menjaga aktivitas operasional sesuai standar dan regulasi yang berlaku, serta mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan kerja," tambah Amran.

Peran tersebut sejalan dengan strategi PTK pada 2026 untuk memperkuat bisnis inti, operational excellence, optimalisasi operasi, inovasi, transformasi digital, serta keberlanjutan. Hal ini menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran aktivitas maritim, mendukung distribusi energi, serta memperkuat ketahanan energi nasional.

instagram embed